|
Gunakan bab ini untuk:
-
Mempelajari bagaimana
fungsi mata dalam proses membaca; dan
-
Belajar mengontrol
gerak mata agar bisa menjadi pembaca yang lebih efisien.
Membaca merupakan proses fisik dan mental, atau proses
kognitif secara bersama. Ketika membaca, mata Anda pertama melihat atau
terfokus pada sekelompok simbol --huruf dan kata-kata. Citra visual atas
simbol-simbol itu ditransfer ke otak, lalu makna diasosiasikan dengannya;
sebagai contoh mata Anda melihat susunan huruf
g-a-d-i-s dan mentransfernya
ke otak, dan mengasosiasikan ejaan yang diwakili huruf-huruf itu dengan yang
direfresentasikannya --seorang anak manusia berkelamin wanita.
Kemudian, mata Anda bergerak maju pada kata berikutnya, dan makna
simbol-simbol itu diasosiasikan dengan pola yang sama. Gaya
dan efisiensi gerak mata melintasi baris-baris bacaan mempengaruhi kecepatan
baca dan tingkat pemahaman. Bab ini bertujuan menjelaskan proses fisik
membaca dalam kaitannya dengan peningkatan kecepatan baca dan pemahaman
bacaan, yang antara lain akan membicarakan ciri-ciri (a) pembaca yang baik,
(b) problem-problem visual, (c) pola gerak mata, (d) praktik gerak mata, dan
(e) bagaimana cara meningkatkan efisiensi baca.
PEMBACA YANG BAIK
Pada waktu membaca, mata bergerak mengikuti baris-baris bacaan
dari kiri ke kanan. Pada setiap perhentian yang berlangsung sesaat secara
relatif, mata mengadakan fiksasi
(pemusatan penglihatan) dan pada waktu itulah citra huruf
terbentuk pada fovea dan informasi dari bacaan diserap.
Daerah fiksasi terbagi atas dua bagian, yaitu daerah tempat citra bacaan
terlihat paling jelas dan daerah yang citra bacaan lainnya tidak begitu
jelas. Daerah pertama disebut daerah fokal
dan derah kedua disebut daerah feriperal. Kedua derah fiksasi inilah yang disebut jangkauan mata. Daerah fokal itu disebut jangkauan penglihatan
(yang paling jelas terlihat). Dalam jangkauan penglihatan ini
ada bagian informasi yang paling banyak diserap dan bagian ini disebut
jangkauan pemahaman.
Baik
buruknya cara membaca seseorang bergantung pada bagaimana ia melihat setiap
unsur bacaan.
Hal
itu jelas berkaitan dengan gerak mata dalam menelusuri baris-baris bacaan
yang ada. Seorang pembaca yang jelek akan melihat setiap kata dalam bacaan,
sedangkan pembaca yang baik akan melihat bacaan bagian per bagian atau
setiap kelompok kata dalam bacaan. Dengan kata lain, perbedaan antara
pembaca yang baik dengan pembaca yang jelek terletak pada gerak mata, daya
jangkau, dan lamanya perhentian pada setiap bagian bacaan.
Perhatikan bagaimana perbedaan gerak mata pada pembaca yang jelek dengan
pembaca yang baik pada demonstrasi berikut.
Pembaca yang Jelek
Jakarta (Suara Karya)
Pemerintah/ mencanangkan/ target/ sebanyak/ 913.000/ wisatawan/ asing/ yang/
masuk/ ke/ Indonesia/ dalam/ tahun/ 1986/, dengan/ lama/ kunjungan/ 12.8/
hari./ Jika/ wisatawan/ tersebut/ membelanjakan/ US $85/ per/ orang/ per/
hari/ maka/ perolehan/ devisa/ mencapai/ US $993.344.000.
Demikian/ kata/ Ketua/ Umum/ Perhimpunan/ Usaha/ Taman/ Rekreasi/ Indonesia/
(PUTRI)/ pada/ hari/ ulang/ tahunnya/ yang/ ke-8/, di/ Sasana/ Adiguna/
TMII/. Peringatan/ ditandai/ dengan/ pemotongan/ tumpeng/ oleh/ seseorang/
pengurus/ putri/.
Pada
contoh di atas, digambarkan bagaimana pembaca membaca. Ia membaca kata per
kata.
Atau
dengan kata lain setiap membaca satu kata, pembaca melakukan satu fiksasi
.
Jadi, kalau kalimat kesatu pada paragraf pertama terdiri dari 19 kata,
pembaca yang jelek akan membaca dengan sembilan kali fiksasi, sembilan belas
kali lompatan, atau sembilan belas kali perhentian. Dengan demikian kegiatan
membaca akan membutuhkan banyak waktu, dengan pemahaman yang belum tentu
baik. Bahkan mungkin pemahamannya juga rendah.
Pembaca yang Baik
Jakarta (Suara Karya)
Pemerintah/ mencanangkan target sebanyak 913.000/ wisatawan asing yang masuk
ke Indonesia/ dalam tahun 1986/, dengan lama kunjungan 12.8 hari/. Jika
wisatawan tersebut/ membelanjakan US $85 per orang per hari/ maka perolehan
devisa mencapai US $993.344.000./
Demikian/ kata Ketua Umum Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia
(PUTRI)/ pada hari ulang tahunnya yang ke-8/, di Sasana Adiguna TMII/.
Peringatan/ ditandai dengan pemotongan tumpeng/ oleh seseorang pengurus
putri/.
Pembaca yang baik, sebaliknya dari pembaca yang jelek, membaca tidak kata
demi kata, tetapi membaca bagian demi bagian (frasa dan klausa).
Pada contoh, pembaca yang baik akan membaca kalimat pertama paragraf kesatu
hanya dengan lima kali fiksasi.
Jadi, kalau tiap fiksasi memerlukan waktu satu detik, pembaca hanya akan
mengahabiskan kira-kira lima detik untuk membaca kalimat itu, tidak perlu
menghabiskan waktu sembilan belas detik sebagaimana pembaca yang jelek.
PROBLEM-PROBLEM VISUAL
Sebelum memperbincangkan esensi gerak mata dalam proses membaca, pertama
Anda perlu menentukan apakah penglihatan Anda dapat bekerja dengan baik
dalam kegiatan membaca dan atau tidak mengalami gangguan dengan penglihatan.
Anda tidak mengalami gejala penglihatan jauh (hiperopia)
dan penglihatan dekat (miopia)
--dua gejala problem visual yang paling umum. Dengan demikian, efektivitas
dan efisensi kemampuan mata dalam proses membaca dipengaruhi oleh faktor
kesehatan, khususnya kesehatan mata.
Beberapa kelemahan dan penyakit mata yang merupakan problem visual perlu
diketahui, sehingga dapat dicegah atau diatasi sebelum terlambat. Di antara
kelemahan-kelemahan mata yang dapat didiskusikan di sini adalah hiperopia (lihat jauh), miopia
(lihat dekat), presbiopia,
dan astigmatisme.
Hiperopia terjadi jika keadaan sinar dari bacaan yang masuk melalui lensa
mata ketika membaca dari jarak dekat. Hal itu menjadikan fokus tidak tepat
pada retina
(fovea)
atau jatuh di belakangnya. Akibat pemokusan yang tidak tepat ini,
huruf-huruf pada bacaan jadi kurang jelas atau kabur. Huruf-huruf akan
terlihat jelas jika jarak antara mata dan bacaan menjauh dan fokus akan
tepat jatuh pada retina. Oleh karena itu, mata yang demikian disebut juga
mata lihat jauh. Sebetulnya, ada beberapa gejala yang dapat dijadikan
indikasi bahwa seseorang mengalami problem mata lihat jauh.
Sebaliknya, miopia
adalah keadaan ketika sinar-sinar dari bacaan memokus di depan retina
,
sehingga huruf-huruf dari baacan itu juga kabur.
Apabila bacaan didekatkan, fokus akan jatuh tepat pada retina dan
huruf-huruf akan terlihat jelas. Dan mata yang demikian disebut mata lihat
dekat.
Presbiopia adalah juga mata lihat jauh yang biasanya terjadi pada orang usia
40 tahunan ke atas.
Mata
lihat jauh ini umumnya terjadi karena lensa mata semakin mengeras karena
usia lanjut. Sedangkan astigmatisme
terjadi karena ada kekurangan pada selaput luar mata atau pada lensa mata,
sehingga mata tidak dapat berfungsi secara normal. Keadaan ini mungkin
disebabkan kekurangan keseimbangan yang terjadi pada otot-otot mata.
Selain itu, penyakit-penyakit mata yang perlu dicegah atau diatasi adalah
glukoma,
katarak,
dan penyakit mata yang disebabkan oleh anemia
,
diabetes
melitus atau tekanan darah tinggi. Pemerikasaan mata yang teratur adalah
cara yang baik untuk mencegah penyakit mata. Tentu saja faktor makanan yang
bergizi dan mengandung vitamin semisal vitamin A, B1, B2, dan C juga perlu
dikonsumsi secukupnya.
Akhirnya, perlu juga dikemukakan bahwa mata juga perlu dijaga agar tidak
terlalu lelah. Sebaiknya, mata harus istirahat sepuluh menit setiap satu jam
membaca. Di sampaing itu, cahaya yang tidak cukup, kurang tidur, udara tak
segar, dan sinar mata hari yang terlalu terang sedapat mungkin dihindari.
Kesehatan mata dan kesehatan umumnya, tentu juga kesehatan pikiran,
merupakan faktor penting dalam usaha meningkatkan kemampuan membaca.
Dalam daftar berikut terdapat sejumlah gejala problem visual. Berikan tanda
(√) pada kolom ya dan tidak jika gejala-gejala itu terjadi pada waktu Anda
membaca untuk waktu yang cukup lama. Untuk beberapa item, Anda dapat meminta
bantuan teman Anda untuk mengamati saat Anda membaca.
Daftar Pengecek Gangguan Visual
Petunjuk:
Beri
tanda cek (√) pada jawaban Ya atau Tidak jika Anda mengalami hal-hal
berikut.
Daftar (Checklist) Problem Visual
Ya Tidak
1. Apakah Anda sering kehilangan tempat
dalam bacaan ketika sedang membaca? [ ]
[ ]
2.
Apakah Anda memegang buku lebih
dekat dengan tubuh Anda dibandingkan
dengan orang lain?
[ ] [ ]
3.
Apakah Anda sering mengerutkan dahi,
mengejap, atau mengedip-kedipkan mata
ketika membaca?
[ ] [ ]
4.
Apakah mata Anda perih (teriritasi) jika mem-
baca
untuk waktu yang lama? [ ]
[ ]
5.
Apakah mata Anda merah atau bengkak
setelah selesai membaca? [ ]
[ ]
6.
Apakah Anda suka menggosok atau
menggaruk mata ketika membaca? [
] [ ]
7.
Apakah cahaya pada kecerlangan tertentu
menyilaukan (menyulitkan) Anda? [ ] [ ]
8.
Apakah Anda sering sakit kepala
ketika membaca?
[ ] [ ]
9.
Apakah Anda sering merasa leher kaku
atau sakit punggung setelah membaca? [ ]
[ ]
10.
Apakah Anda terkadang membaca
dengan sebelah mata ditutup?
[ ] [ ]
Jika
setelah dicek, jawaban ya ada tiga atau lebih item, boleh jadi Anda perlu
memeriksakan mata Anda. Jangan terlalu mempercayakan tes penglihatan hanya
pada selembar bagan dinding. Bagan dinding akan mengindikasikan jika Anda
punya problem penglihatan jarak jauh, tetapi mungkin tidak mencerminkan
problem yang lain, seperti penglihatan jarak pendek.
POLA
GERAK MATA SAAT MEMBACA
Mata
Anda merupakan instrumen yang ruwet dan kompleks. Mata mempunyai kapasitas
mengenali simbol-simbol visual secara cepat dan mentransmisikannya
dalam bentuk tanda atau isyarat ke otak. Pada mulanya pengenalan kata itu
bersifat fisik, proses yang hampir mekanis, dan latihan serta pendidikan
dapat meningkatkan efisiensi proses ini. Sebelum memulai berlatih
teknik-teknik yang spesifik, penting untuk mengerti apa yang terjadi pada
saat mata Anda melintasi baris-baris bacaan.
Gerak dari Kiri ke Kanan
Sejak pertama kali, mata Anda sudah terlatih bergerak dari sebelah kiri ke
kanan melintasi suatu halaman. Menyaksikan anak kecil mencoba membaca,
mungkin Anda melihat bahwa gerak maju dari kiri ke kanan tidak merupakan
sebuah respon yang otomatis. Itu merupakan perilaku yang dipelajari.
Anak-anak bisa saja membaca sekilas suatu baris bacaan dari kanan ke kiri,
atau mungkin mereka memilih kata-kata beberapa titik dalam suatu baris.
Meskipun gerakan dari kiri ke kanan itu pada titik ini dalam kehidupan Anda
telah dipelajari dengan baik, kecepatan gerak mata Anda itu bisa bervariasi
dan dapat ditingkatkan.
Fiksasi
Pada
saat mata Anda berpindah melintasi suatu baris bacaan, mata berpindah dan
berhenti, berpindah dan stop.
Ketika mata Anda berpindah dari satu kata ke kata yang lain, mata tidak
melihat dan mentrasmisikan apapun ke otak Anda. Ketika mata berhenti, mata
melihat sekelompok huruf dan menggirimkan suatu tanda ke otak. Setiap
perhentian yang dibuat mata disebut fiksasi.
Mata
Anda melakukan beberapa kali perhentian, atau fiksasi,
pada setiap baris bacaan. Jumlah fiksasi yang dilakukan mata Anda dapat
dihitung dan digunakan sebagai indikasi bagaimana efiesiensi Anda membaca.
Rata-rata pembaca menghabiskan kira-kira 6 persen waktu baca pada gerak mata
dan 94 persen dari waktu itu untuk melakukan fiksasi.
Gerak mata seorang pembaca melintasi satu baris bacaan mungkin seperti ini,
antara kata dan kata diapit oleh sepasang garis miring sebagai representasi
sebuah fiksasi.
/Gedung/
Philhar monic/ di Kota/ New/ York/ didesain/ oleh/ seorang/ arsitek./
Pada baris bacaan di atas, pembaca membuat sembilan kali
fiksasi.
Tampak pada contoh, fiksasi melingkupi bahan yang panjangnya bervariasi.
Sebuah fiksasi bisa mewadahi dua buah kata kecil, yang lain hanya satu kata,
atau hanya bagian kata.
Jumlah waktu yang mata Anda habiskan pada setiap fiksasi juga bervariasi.
Hasil riset menunjukkan, bagaimanapun, bahwa pembaca yang baik menghabiskan
sedikit waktu untuk melakukan fiksasi dibandingkan pembaca yang kurang baik
(poor reader).
Jangkauan Mata (Eye Span)
Mata
Anda memfiksasi sekelompok huruf atau kata. Jumlah huruf atau kata yang
dilihat pada satu kali fiksasi disebut jangkauan mata(eye
span).
Jangkauan mata Anda bisa terentang dari hanya melihat beberapa huruf sampai
dengan berapa kata dan hal itu dipengaruhi oleh isi dan tingkat kesulitan
bahan bacaan. Satu teknik untuk meningkatkan kecepatan mata Anda adalah
mencoba untuk memperlebar jangkauan mata --melihat lebih banyak dalam setiap
fiksasi. Pada bagian lain dalam bab ini, saran-saran khusus disertakan untuk
melebarkan jangkauan penglihatan.
Regresi 
Ketika mata Anda berpindah melintasi satu baris bacaan, memfiksasi
sekelompok huruf atau kata, proses yang normal berlangsung dari kiri ke
kanan. Adakalanya mata Anda akan, yang semestinya berpindah pada kata
berikutnya, berpindah ke belakang, atau kembali, pada kata sebelumnya pada
baris yang sama atau pada satu kata dalam satu baris yang sudah dibaca. Pada
baris berikut, setiap fiksasi
diberi nomor untuk memperlihatkan satu pola regresi
pembaca.
Perhatikan pembaca bergerak maju dari kiri ke kanan hingga fiksasi keenam. Kemudian, semestinya proses itu terus berlanjut pada kata
berikutnya, pembaca malah kembali pada kata sebelumnya [(4) (7)], membaca
ulang, dan lalu setelah itu meloncat pada kata ke- (8) dan seterusnya.
Kebiasaan ini, yang dikenal sebagai regresi,
tidak berguna dan memperlambat Anda.
Dengan melakukan regresi pada kata yang sudah dibaca, Anda sebenarnya sedang mengacak urutan
kalimat, dan ini bisa menyebabkan kehilangan makna.
Bacalah kalimat berikut, yang ditulis dan harus dibaca dengan dua regresi.
Kemudian, bandingkan dengan susunan kalimat yang benar.
Susunan yang dibaca mahasiswa:
Burung
beo tampak memiliki kemampuan tampak meniru burung beo burung lain.
Susunan kalimat yang benar:
Burung
beo tampak memiliki kemampuan meniru burung lain.
Lihat betapa sukar dan memusingkan susunan kalimat pertama.
Regresi selalu menciptakan kesulitan dan memusingkan seperti itu.
Regresi mungkin terjadi karena pembaca merasa tidak bisa memahami makna,
mereka tidak mendapatkan apapun atau tidak membaca suatu kata. Pembaca lalu
kembali pada kata terdahulu dan mengulangi membaca kata atau frase tertentu.
Regresi itu tidak ada gunanya. Ketika Anda sedang membaca sebuah kata, makna
kiranya tidak akan lengkap hingga suatu kalimat selesai dibaca seluruhnya.
Untuk kembali di tengah-tengah kalimat, sebelum makna benar-benar penuh
diekspresikan, sering tidak ada gunanya. Pada banyak mahasiswa regresi
telah menjadi suatu kebiasaan yang terjadi secara otomatis dan yang tidak
mereka sadari.
Ayun
Balik (Return Sweep)
Ketika mata Anda mencapai akhir baris, mata harus kembali ke samping kiri
halaman untuk memulai membaca baris berikutnya. Proses kembali secara
perlahan ini disebut ayun balik (return sweep).
Kecepatan mata melakukan ayun balik dapat bervariasi dan berpengaruh
terhadap efisiensi baca Anda secara keseluruhan.
PRAKTIK GERAK-MATA
Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai pola yang mata Anda
lakukan, pilih orang lain untuk bekerja sama dan cobalah tiga eksperimen
berikut. Pertama, duduklah saling berhadapan muka. Kemudian, pilih dari
sebuah buku beberapa halaman dari teks yang belum pernah Anda baca.
Eksperimen 1: Mengobservasi Gerak-Mata
Pegang buku yang memungkinkan orang lain bisa melihat mata Anda, mulailah
membaca suatu paragraf. Minta orang melihat mata Anda (kulit penutup mata).
Gerak-mata Anda, fiksasi
dan ayun balik, akan bisa dilihat atau tampak oleh orang lain.
Eksperimen 2: Menghitung Fiksasi
Ketika Anda membaca, minta orang lain menghitung jumlah fiksasi
yang Anda lakukan pada setiap baris bacaan. Dengan cara menghitung jumlah
baris per halaman dan membagi jumlah total fiksasi, Anda akan bisa
menghitung rata-rata jangkauan mata Anda.
Eksperimen 3: Regresi
Ketika membaca, cermati perpindahan gerak mata Anda pada kata sebelumnya
pada suatu baris.
Minta orang mengatakan pada ketika Anda melakukan regresi.
Dengan mencermati regresi akan tampak bagaimana regresi terjadi. Kemudian,
mulai bacalah paragraf baru; coba satu yang panjang dan kompleks. Ketika
Anda membaca, minta orang lain mencatat apakah Anda melakukan banyak
regresi.
MENINGKATKAN EFISIENSI MEMBACA
Sekarang Anda sudah lebih mengenal aspek fisik gerak mata, Anda dapat mulai
menerapkan bermacam-macam teknik untuk meningkatkan efisiensi baca. Untuk
melatih meningkatkan kecepatan baca, ada beberapa hal yang perlu
diperhatikan sehubungan dengan gerak mata; lama bola mata berhenti pada
setiap perpindahan (fixation),
kapan dan di mana pandangan mata harus berhenti, seberapa banyak atau
seberapa luas jangkauan pandangan mata (eye span),
seberapa banyak mata harus mengulang yang apa yang telah dibaca (reread),
dan seberapa lama mata berhenti pada setiap awal baris atau kalimat. Hal
yang terpentinng untuk meningkatkan kecepatan dan pemahaman adalah
mengurangi regresi
dan memperlebar jangkauan penglihatan.
Menggurangi Regresi
Meski bahkan pembaca yang sangat baik sekalipun adakalanya melakukan regresi,
kecepatan dan pemahaman baca Anda akan meningkat jika bisa mengurangi jumlah
regresi yang Anda buat. Ada bermacam-macam mesin dan alat-alat mekanis yang
dapat digunakan untuk mengurangi regresi. Meskipun demikian, Anda dapat
mencapai hasil yang sama dengan cara yang relatif gampang dengan mencoba
teknik-teknik berikut:
-
Sadari kecenderungan untuk regresi,
dan paksa diri Anda untuk terus membaca. Jangan mengikuti keinginan Anda
untuk melakukan regresi hingga meyelesaikan satu kalimat.
Lalu, jika makna kalimat itu masih tidak jelas, ulangi kalimat itu.
-
Jika
Anda sering melakukan regresi
pada satu kata atau frase pada suatu baris, Anda bisa mencoba menyorongkan
(sliding) sebuah kartu indeks 5 x 8 pada lembar yang sedang dibaca.
Gunakan kartu itu untuk menutup baris-baris yang sudah dibaca. Teknik ini
akan membantu Anda memutus kebiasaan melakukan regresi sebab ketika Anda
melihat ke belakang, baris-baris itu telah ditutup.
Jika
Anda melihat ke belakang dan tidak menemukan apa-apa, akhirnya Anda akan
berhenti melihat ke belakang.
-
Untuk memaksa diri Anda supaya terus maju, coba bimbing gerak mata
Anda menggunakan pulpen atau jari. Geser jari Anda melintasi setiap baris
sesuai dengan kecapatan mata yang bisa Anda jaga. Gerak maju perlahan jari
atau pulpen akan membimbing mata Anda dan memaksanya sepanjang baris itu
dari kiri ke kanan.
Meningkatkan Jangkauan Mata
Mungkin dari tiga percobaan yang telah dilakukan, jangkauan penglihatan
atau jangkauan mata
Anda memfiksasi kata per kata. Jangkauan mata seperti itu adalah tipikal
jangkauan mata pada banyak pembaca dewasa. Pembaca-pembaca yang baik mampu
melihat lebih dari hanya sebuah kata per fiksasi
.
Mampu melihat lebih dari hanya satu kata dalam satu waktu dapat meningkatkan
kecepatan baca sebab Anda melakukan lebih sedikit fiksasi per baris. Mungkin
lebih penting, melihat kelompok-kelompok kata dapat meningkatkan pemahaman
Anda. Jika Anda pelajari dan analisis kebahasaan bagaimana hal itu terjadi
bersama, Anda akan melihat bahwa kata-kata itu bergantung dengan yang lain
dan kata-kata itu memiliki makna sesunguhnya hanya ketika dihubungkan dengan
kata lain. Kata-kata, itu, se, satu, kapan, di mana, bagaimana, yang,
dan, dalam, tidak memiliki arti yang jelas, akan tetapi ketika kata-kata
itu bersama dengan kata lain, kata-kata itu memberi kontribusi pada makna
satu frase atau kalimat; pulpen itu, sebanyak, satu apel, ketika dia
gagal, ke mana dia pergi, bagaimana Anda tahu, dan di dalam ruangan.
Sebaiknya, Anda harus mencoba membaca kata-kata itu bersama-sama. Coba
lihat, dalam satu fiksasi,
dua kata bersama-sama. Teknik ini dikenal sebagai membaca frase. Untuk
memahami bagaimaan membaca frase berlangsung, baca paragraf berikut.
Paragraf itu sudah dibagi ke dalam frase-frase, kelompok-kelompok yang
bekerja bersama-sama.
(contoh
paragraf)
Sekarang, untuk melihat apakah Anda dapat membaca frase, kelompoKkan
paragraf berikut seperti contoh. Kalimat pertama sudah dibagi sebagaimana
dimaksud.
(contoh
paragraf)
Suatu saat setelah Anda bisa mengenal kelompok kata bersama-sama, langkah
selanjutnya coba bangun jangkauan mata Anda agar bisa melihat kelompk kata
itu dalam satu fiksasi
.
Jangan menggunakan buku teks untuk melakukan percobaan membaca frase. Buku
teks ditulis pada level yang terlalu sukar, dan Anda tidak bisa berhasil
atau bahkan akan kehilangan pemahaman dengan percobaan itu mengenai teknik
baru ini. Untuk itu, berlatihlah dengan artikel surat kabar atau majalah
yang benar-benar mudah tetapi menarik untuk dibaca.
LATIHAN 1
Petunjuk: Pilih
sebuah artikel yang menarik dari majalah atau surat kabar yang akan
menyenangkan untuk Anda baca. Artikel itu akan digunakan untuk latihan
membaca frase. Sebelum Anda mulai membacanya, bagi tiga kalimat pertama ke
dalam frase-frase, menggunakan garis miring.
Hal
yang sama, bagi kalimat pertama setiap tiga paragraf ke dalam frase-frase.
Sekarang baca artikel itu, konsentrasikan pada membaca frase. Pertama tiga
kalimat yang ditandai akan Anda mulai dengan membaca frase, dan yang lain
sisasnya dimaksudkan untuk Anda kembali membaca kata per kata.
Latih
membaca bacaan beberapa kali.
IKHTISAR
Membaca merupakan dua kegiatan yang bersifat fisik dan mental.
Tujuan bab ini untuk menjelaskan proses fisik dalam kegiatan membaca dan
hubungannya dengan kecepatan baca dan peningkatan pemahaman. Pertama,
penting bahwa masalah visual tidak mengganggu aspek fisik proses membaca.
Sebuah daftar untuk mengecek problem visual disertakan dalam bab ini.
Proses gerak-mata dalam membaca dideskripsikan dalam bab ini. Pada tahap
yang paling dasar, mata Anda terlatih untuk bergerak dari kiri ke kanan
melintasi baris-baris bacaan. Ketika mata melintansi baris-baris bacaan,
mata bergerak dan berhenti, membuat sebuah rangkaian perhentian, atau
fiksasi.
Jumlah huruf dan atau kata yang dilihat dalam satu perhentian disebut
jangkauan penglihatan
mata. Adakalanya, ketika melintasi baris-baris bacaan, mata kembali pada
sebuah kata yang sudah dibaca, bukan pada kata atau frase berikutnya. Gerak
balik ini, dikenal sebagai regresi, hasil dari kehilangan makna dan
memperlambat kecepatan baca. Untuk meningkatkan efisiensi membaca, beberapa
saran disajikan untuk mengurangi jumlah regresi yang Anda buat.Teknik
membaca frase disajikan dengan maksud untuk meningkatkan jangkauan
penglihatan dan mengurangi jumlah fiksasi per baris.
|