daudp65  home page!  
Welcome and joint us!
 Home 
     

BAGIAN LIMA

 

17. Gerak Mata dan Aspek Fisik dalam Membaca

 

Gunakan bab ini untuk:  

  1. Mempelajari bagaimana fungsi mata dalam proses membaca; dan
  2. Belajar mengontrol gerak mata agar bisa menjadi pembaca yang lebih efisien.

Membaca merupakan proses fisik dan mental, atau proses kognitif secara bersama. Ketika membaca, mata Anda pertama melihat atau terfokus pada sekelompok simbol --huruf dan kata-kata. Citra visual atas simbol-simbol itu ditransfer ke otak, lalu makna diasosiasikan dengannya; sebagai contoh mata Anda melihat susunan huruf g-a-d-i-s dan mentransfernya ke otak, dan mengasosiasikan ejaan yang diwakili huruf-huruf itu dengan yang direfresentasikannya --seorang anak manusia berkelamin wanita.

Kemudian, mata Anda bergerak maju pada kata berikutnya, dan makna simbol-simbol itu diasosiasikan dengan pola yang sama. Gaya dan efisiensi gerak mata melintasi baris-baris bacaan mempengaruhi kecepatan baca dan tingkat pemahaman.  Bab ini bertujuan menjelaskan proses fisik membaca dalam kaitannya dengan peningkatan kecepatan baca dan pemahaman bacaan, yang antara lain akan membicarakan ciri-ciri (a) pembaca yang baik, (b) problem-problem visual, (c) pola gerak mata, (d) praktik gerak mata, dan (e) bagaimana cara meningkatkan efisiensi baca.  

PEMBACA YANG BAIK 

Pada waktu membaca, mata bergerak mengikuti baris-baris bacaan dari kiri ke kanan. Pada setiap perhentian yang berlangsung sesaat secara relatif, mata mengadakan fiksasi (pemusatan penglihatan) dan pada waktu itulah citra huruf terbentuk pada fovea dan informasi dari bacaan diserap.

Daerah fiksasi terbagi atas dua bagian, yaitu daerah tempat citra bacaan terlihat paling jelas dan daerah yang citra bacaan lainnya tidak begitu jelas. Daerah pertama disebut daerah fokal
dan derah kedua disebut daerah feriperal. Kedua derah fiksasi inilah yang disebut jangkauan mata. Daerah fokal itu disebut jangkauan penglihatan (yang paling jelas terlihat). Dalam jangkauan penglihatan ini ada bagian informasi yang paling banyak diserap dan bagian ini disebut jangkauan pemahaman.

Baik buruknya cara membaca seseorang bergantung pada bagaimana ia melihat setiap unsur bacaan.
Hal itu jelas berkaitan dengan gerak mata dalam menelusuri baris-baris bacaan yang ada. Seorang pembaca yang jelek akan melihat setiap kata dalam bacaan, sedangkan pembaca yang baik akan melihat bacaan bagian per bagian atau setiap kelompok kata dalam bacaan. Dengan kata lain, perbedaan antara pembaca yang baik dengan pembaca yang jelek terletak pada gerak mata, daya jangkau, dan lamanya perhentian pada setiap bagian bacaan.

Perhatikan bagaimana perbedaan gerak mata pada pembaca yang jelek dengan pembaca yang baik pada demonstrasi berikut.


Pembaca yang Jelek
 

Jakarta (Suara Karya)  

Pemerintah/ mencanangkan/ target/ sebanyak/ 913.000/ wisatawan/ asing/ yang/ masuk/ ke/ Indonesia/ dalam/ tahun/ 1986/, dengan/ lama/ kunjungan/ 12.8/ hari./ Jika/ wisatawan/ tersebut/ membelanjakan/ US $85/ per/ orang/ per/ hari/ maka/ perolehan/ devisa/ mencapai/ US $993.344.000.  

Demikian/ kata/ Ketua/ Umum/ Perhimpunan/ Usaha/ Taman/ Rekreasi/ Indonesia/ (PUTRI)/ pada/ hari/ ulang/ tahunnya/ yang/ ke-8/, di/ Sasana/ Adiguna/ TMII/. Peringatan/ ditandai/ dengan/ pemotongan/ tumpeng/ oleh/ seseorang/ pengurus/ putri/.  

Pada contoh di atas, digambarkan bagaimana pembaca membaca. Ia membaca kata per kata. Atau dengan kata lain setiap membaca satu kata, pembaca melakukan satu fiksasi . Jadi, kalau kalimat kesatu pada paragraf pertama terdiri dari 19 kata, pembaca yang jelek akan membaca dengan sembilan kali fiksasi, sembilan belas kali lompatan, atau sembilan belas kali perhentian. Dengan demikian kegiatan membaca akan membutuhkan banyak waktu, dengan pemahaman yang belum tentu baik. Bahkan mungkin pemahamannya juga rendah.

Pembaca yang Baik  

Jakarta (Suara Karya)  

Pemerintah/ mencanangkan target sebanyak 913.000/ wisatawan asing yang masuk ke Indonesia/ dalam tahun 1986/, dengan lama kunjungan 12.8 hari/. Jika wisatawan tersebut/ membelanjakan US $85 per orang per hari/ maka perolehan devisa mencapai US $993.344.000./  

Demikian/ kata Ketua Umum Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI)/ pada hari ulang tahunnya yang ke-8/, di Sasana Adiguna TMII/. Peringatan/ ditandai dengan pemotongan tumpeng/ oleh seseorang pengurus putri/.  

Pembaca yang baik, sebaliknya dari pembaca yang jelek, membaca tidak kata demi kata, tetapi membaca bagian demi bagian (frasa dan klausa). Pada contoh, pembaca yang baik akan membaca kalimat pertama paragraf kesatu hanya dengan lima kali fiksasi. Jadi, kalau tiap fiksasi memerlukan waktu satu detik, pembaca hanya akan mengahabiskan kira-kira lima detik untuk membaca kalimat itu, tidak perlu menghabiskan waktu sembilan belas detik sebagaimana pembaca yang jelek.

PROBLEM-PROBLEM VISUAL


Sebelum memperbincangkan esensi gerak mata dalam proses membaca, pertama Anda perlu menentukan apakah penglihatan Anda dapat bekerja dengan baik dalam kegiatan membaca dan atau tidak mengalami gangguan dengan penglihatan. Anda tidak mengalami gejala penglihatan jauh (hiperopia
) dan penglihatan dekat (miopia) --dua gejala problem visual yang paling umum. Dengan demikian, efektivitas dan efisensi kemampuan mata dalam proses membaca dipengaruhi oleh faktor kesehatan, khususnya kesehatan mata.

Beberapa kelemahan dan penyakit mata yang merupakan problem visual perlu diketahui, sehingga dapat dicegah atau diatasi sebelum terlambat. Di antara kelemahan-kelemahan mata yang dapat didiskusikan di sini adalah hiperopia
 (lihat jauh), miopia (lihat dekat), presbiopia, dan astigmatisme.

Hiperopia terjadi jika keadaan sinar dari bacaan yang masuk melalui lensa mata ketika membaca dari jarak dekat. Hal itu menjadikan fokus tidak tepat pada retina
(fovea) atau jatuh di belakangnya. Akibat pemokusan yang tidak tepat ini, huruf-huruf pada bacaan jadi kurang jelas atau kabur. Huruf-huruf akan terlihat jelas jika jarak antara mata dan bacaan menjauh dan fokus akan tepat jatuh pada retina. Oleh karena itu, mata yang demikian disebut juga mata lihat jauh. Sebetulnya, ada beberapa gejala yang dapat dijadikan indikasi bahwa seseorang mengalami problem mata lihat jauh.

Sebaliknya, miopia
adalah keadaan ketika sinar-sinar dari bacaan memokus di depan retina , sehingga huruf-huruf dari baacan itu juga kabur. Apabila bacaan didekatkan, fokus akan jatuh tepat pada retina dan huruf-huruf akan terlihat jelas. Dan mata yang demikian disebut mata lihat dekat.

Presbiopia adalah juga mata lihat jauh yang biasanya terjadi pada orang usia 40 tahunan ke atas.
Mata lihat jauh ini umumnya terjadi karena lensa mata semakin mengeras karena usia lanjut. Sedangkan astigmatisme terjadi karena ada kekurangan pada selaput luar mata atau pada lensa mata, sehingga mata tidak dapat berfungsi secara normal. Keadaan ini mungkin disebabkan kekurangan keseimbangan yang terjadi pada otot-otot mata.

Selain itu, penyakit-penyakit mata yang perlu dicegah atau diatasi adalah glukoma
, katarak, dan penyakit mata yang disebabkan oleh anemia , diabetes  melitus atau tekanan darah tinggi. Pemerikasaan mata yang teratur adalah cara yang baik untuk mencegah penyakit mata. Tentu saja faktor makanan yang bergizi dan mengandung vitamin semisal vitamin A, B1, B2, dan C juga perlu dikonsumsi secukupnya.

Akhirnya, perlu juga dikemukakan bahwa mata juga perlu dijaga agar tidak terlalu lelah. Sebaiknya, mata harus istirahat sepuluh menit setiap satu jam membaca. Di sampaing itu, cahaya yang tidak cukup, kurang tidur, udara tak segar, dan sinar mata hari yang terlalu terang sedapat mungkin dihindari. Kesehatan mata dan kesehatan umumnya, tentu juga kesehatan pikiran, merupakan faktor penting dalam usaha meningkatkan kemampuan membaca.


Dalam daftar berikut terdapat sejumlah gejala problem visual. Berikan tanda (√) pada kolom ya dan tidak jika gejala-gejala itu terjadi pada waktu Anda membaca untuk waktu yang cukup lama. Untuk beberapa item, Anda dapat meminta bantuan teman Anda untuk mengamati saat Anda membaca.  

Daftar Pengecek Gangguan Visual 

Petunjuk: Beri tanda cek (√) pada jawaban Ya atau Tidak jika Anda mengalami hal-hal berikut. 

Daftar (Checklist) Problem Visual                                            Ya        Tidak

1.  Apakah Anda sering kehilangan tempat

     dalam  bacaan ketika sedang membaca?                               [  ]        [  ]

   

2. Apakah Anda memegang buku lebih

    dekat dengan tubuh Anda dibandingkan

    dengan orang lain?                                                                 [  ]        [  ]

   

3. Apakah Anda sering mengerutkan dahi,                                  

    mengejap, atau mengedip-kedipkan mata

    ketika membaca?                                                                    [  ]        [  ] 

 

4. Apakah mata Anda perih (teriritasi) jika mem-                        

    baca untuk waktu yang lama?                                                [  ]        [  ] 

 

5. Apakah mata Anda merah atau bengkak

    setelah selesai membaca?                                                      [  ]        [  ] 

   

6. Apakah Anda suka menggosok atau

    menggaruk    mata ketika membaca?                                     [  ]        [  ]

   

7. Apakah cahaya pada kecerlangan tertentu

    menyilaukan (menyulitkan) Anda?                                          [  ]        [  ]

  

8. Apakah Anda sering sakit kepala

    ketika membaca?                                                                    [  ]        [  ]

 

9. Apakah Anda sering merasa leher kaku

    atau  sakit punggung setelah membaca?                                [  ]        [  ]

 

10. Apakah Anda terkadang membaca

      dengan sebelah  mata ditutup?                                             [  ]        [  ]

Jika setelah dicek, jawaban ya ada tiga atau lebih item, boleh jadi Anda perlu memeriksakan mata Anda. Jangan terlalu mempercayakan tes penglihatan hanya pada selembar bagan dinding. Bagan dinding akan mengindikasikan jika Anda punya problem penglihatan jarak jauh, tetapi mungkin tidak mencerminkan problem yang lain, seperti penglihatan jarak pendek.

POLA GERAK MATA SAAT MEMBACA


Mata Anda merupakan instrumen yang ruwet dan kompleks. Mata mempunyai kapasitas mengenali simbol-simbol visual secara cepat dan mentransmisikannya
dalam bentuk tanda atau isyarat ke otak. Pada mulanya pengenalan kata itu bersifat fisik, proses yang hampir mekanis, dan latihan serta pendidikan dapat meningkatkan efisiensi proses ini. Sebelum memulai berlatih teknik-teknik yang spesifik, penting untuk mengerti apa yang terjadi pada saat mata Anda melintasi baris-baris bacaan.

Gerak dari Kiri ke Kanan


Sejak pertama kali, mata Anda sudah terlatih bergerak dari sebelah kiri ke kanan melintasi suatu halaman. Menyaksikan anak kecil mencoba membaca, mungkin Anda melihat bahwa gerak maju dari kiri ke kanan tidak merupakan sebuah respon yang otomatis. Itu merupakan perilaku yang dipelajari. Anak-anak bisa saja membaca sekilas suatu baris bacaan dari kanan ke kiri, atau mungkin mereka memilih kata-kata beberapa titik dalam suatu baris. Meskipun gerakan dari kiri ke kanan itu pada titik ini dalam kehidupan Anda telah dipelajari dengan baik, kecepatan gerak mata Anda itu bisa bervariasi dan dapat ditingkatkan.


Fiksasi


Pada saat mata Anda berpindah melintasi suatu baris bacaan, mata berpindah dan berhenti, berpindah dan stop.
Ketika mata Anda berpindah dari satu kata ke kata yang lain, mata tidak melihat dan mentrasmisikan apapun ke otak Anda. Ketika mata berhenti, mata melihat sekelompok huruf dan menggirimkan suatu tanda ke otak. Setiap perhentian yang dibuat mata disebut fiksasi.

Mata Anda melakukan beberapa kali perhentian, atau fiksasi, pada setiap baris bacaan. Jumlah fiksasi yang dilakukan mata Anda dapat dihitung dan digunakan sebagai indikasi bagaimana efiesiensi Anda membaca. Rata-rata pembaca menghabiskan kira-kira 6 persen waktu baca pada gerak mata dan 94 persen dari waktu itu untuk melakukan fiksasi.

Gerak mata seorang pembaca melintasi satu baris bacaan mungkin seperti ini, antara kata dan kata diapit oleh sepasang garis miring sebagai representasi sebuah fiksasi. 

/Gedung/ Philhar monic/ di Kota/ New/ York/ didesain/ oleh/ seorang/ arsitek./ 

Pada baris bacaan di atas, pembaca membuat sembilan kali fiksasi. Tampak pada contoh, fiksasi melingkupi bahan yang panjangnya bervariasi. Sebuah fiksasi bisa mewadahi dua buah kata kecil, yang lain hanya satu kata, atau hanya bagian kata. Jumlah waktu yang mata Anda habiskan pada setiap fiksasi juga bervariasi. Hasil riset menunjukkan, bagaimanapun, bahwa pembaca yang baik menghabiskan sedikit waktu untuk melakukan fiksasi dibandingkan pembaca yang kurang baik (poor reader).

Jangkauan Mata (Eye Span)


Mata Anda memfiksasi sekelompok huruf atau kata. Jumlah huruf atau kata yang dilihat pada satu kali fiksasi
 disebut jangkauan mata(eye span). Jangkauan mata Anda bisa terentang dari hanya melihat beberapa huruf sampai dengan berapa kata dan hal itu dipengaruhi oleh isi dan tingkat kesulitan bahan bacaan. Satu teknik untuk meningkatkan kecepatan mata Anda adalah mencoba untuk memperlebar jangkauan mata --melihat lebih banyak dalam setiap fiksasi. Pada bagian lain dalam bab ini, saran-saran khusus disertakan untuk melebarkan jangkauan penglihatan.  

Regresi
 

Ketika mata Anda berpindah melintasi satu baris bacaan, memfiksasi sekelompok huruf atau kata, proses yang normal berlangsung dari kiri ke kanan. Adakalanya mata Anda akan, yang semestinya berpindah pada kata berikutnya, berpindah ke belakang, atau kembali, pada kata sebelumnya pada baris yang sama atau pada satu kata dalam satu baris yang sudah dibaca. Pada baris berikut, setiap fiksasi  diberi nomor untuk memperlihatkan satu pola regresi  pembaca.

 

 

 

 

 

 

Perhatikan pembaca bergerak maju dari kiri ke kanan hingga fiksasi keenam. Kemudian, semestinya proses itu terus berlanjut pada kata berikutnya, pembaca malah kembali pada kata sebelumnya [(4) (7)], membaca ulang, dan lalu setelah itu meloncat pada kata ke- (8) dan seterusnya. Kebiasaan ini, yang dikenal sebagai regresi, tidak berguna dan memperlambat Anda.

Dengan melakukan regresi
 pada kata yang sudah dibaca, Anda sebenarnya sedang mengacak urutan kalimat, dan ini bisa menyebabkan kehilangan makna. Bacalah kalimat berikut, yang ditulis dan harus dibaca dengan dua regresi. Kemudian, bandingkan dengan susunan kalimat yang benar.

Susunan yang dibaca mahasiswa:

Burung beo tampak memiliki kemampuan tampak meniru burung beo burung lain. 

Susunan kalimat yang benar:

Burung beo tampak memiliki kemampuan meniru burung lain. 

Lihat betapa sukar dan memusingkan susunan kalimat pertama. Regresi selalu menciptakan kesulitan dan memusingkan seperti itu.

Regresi mungkin terjadi karena pembaca merasa tidak bisa memahami makna, mereka tidak mendapatkan apapun atau tidak membaca suatu kata. Pembaca lalu kembali pada kata terdahulu dan mengulangi membaca kata atau frase tertentu. Regresi itu tidak ada gunanya. Ketika Anda sedang membaca sebuah kata, makna kiranya tidak akan lengkap hingga suatu kalimat selesai dibaca seluruhnya. Untuk kembali di tengah-tengah kalimat, sebelum makna benar-benar penuh diekspresikan, sering tidak ada gunanya. Pada banyak mahasiswa regresi
telah menjadi suatu kebiasaan yang terjadi secara otomatis dan yang tidak mereka sadari. 

Ayun Balik (Return Sweep) 

Ketika mata Anda mencapai akhir baris, mata harus kembali ke samping kiri halaman untuk memulai membaca baris berikutnya. Proses kembali secara perlahan ini disebut ayun balik (return sweep). Kecepatan mata melakukan ayun balik dapat bervariasi dan berpengaruh terhadap efisiensi baca Anda secara keseluruhan. 

PRAKTIK GERAK-MATA 

Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai pola yang mata Anda lakukan, pilih orang lain untuk bekerja sama dan cobalah tiga eksperimen berikut. Pertama, duduklah saling berhadapan muka. Kemudian, pilih dari sebuah buku beberapa halaman dari teks yang belum pernah Anda baca.   

Eksperimen 1: Mengobservasi Gerak-Mata

Pegang buku yang memungkinkan orang lain bisa melihat mata Anda, mulailah membaca suatu paragraf. Minta orang melihat mata Anda (kulit penutup mata). Gerak-mata Anda, fiksasi dan ayun balik, akan bisa dilihat atau tampak oleh orang lain.  

Eksperimen 2: Menghitung Fiksasi

Ketika Anda membaca, minta orang lain menghitung jumlah fiksasi yang Anda lakukan pada setiap baris bacaan. Dengan cara menghitung jumlah baris per halaman dan membagi jumlah total fiksasi, Anda akan bisa menghitung rata-rata jangkauan mata Anda.    

Eksperimen 3: Regresi

Ketika membaca, cermati perpindahan gerak mata Anda pada kata sebelumnya pada suatu baris. Minta orang mengatakan pada ketika Anda melakukan regresi. Dengan mencermati regresi akan tampak bagaimana regresi terjadi. Kemudian, mulai bacalah paragraf baru; coba satu yang panjang dan kompleks. Ketika Anda membaca, minta orang lain mencatat apakah Anda melakukan banyak regresi.   

MENINGKATKAN EFISIENSI MEMBACA 

Sekarang Anda sudah lebih mengenal aspek fisik gerak mata, Anda dapat mulai menerapkan bermacam-macam teknik untuk meningkatkan efisiensi baca. Untuk melatih meningkatkan kecepatan baca, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sehubungan dengan gerak mata; lama bola mata berhenti pada setiap perpindahan (fixation), kapan dan di mana pandangan mata harus berhenti, seberapa banyak atau seberapa luas jangkauan pandangan mata (eye span), seberapa banyak mata harus mengulang yang apa yang telah dibaca (reread), dan seberapa lama mata berhenti pada setiap awal baris atau kalimat. Hal yang terpentinng untuk meningkatkan kecepatan dan pemahaman adalah mengurangi regresi dan memperlebar jangkauan penglihatan. 

Menggurangi Regresi 

Meski bahkan pembaca yang sangat baik sekalipun adakalanya melakukan regresi, kecepatan dan pemahaman baca Anda akan meningkat jika bisa mengurangi jumlah regresi yang Anda buat. Ada bermacam-macam mesin dan alat-alat mekanis yang dapat digunakan untuk mengurangi regresi. Meskipun demikian, Anda dapat mencapai hasil yang sama dengan cara yang relatif gampang dengan mencoba teknik-teknik berikut:

  1. Sadari kecenderungan untuk regresi, dan paksa diri Anda  untuk terus membaca. Jangan mengikuti keinginan Anda untuk melakukan regresi hingga meyelesaikan satu kalimat. Lalu, jika makna kalimat itu masih tidak jelas, ulangi kalimat itu. 

  2. Jika Anda sering melakukan regresi  pada satu kata atau frase pada suatu baris, Anda bisa mencoba menyorongkan (sliding) sebuah kartu indeks 5 x 8 pada lembar yang sedang dibaca. Gunakan kartu itu untuk menutup baris-baris yang sudah dibaca. Teknik ini  akan membantu Anda memutus kebiasaan melakukan regresi sebab ketika Anda melihat ke belakang, baris-baris itu telah ditutup. Jika Anda melihat ke belakang dan  tidak menemukan apa-apa, akhirnya Anda akan berhenti melihat ke belakang.

  3. Untuk memaksa diri Anda supaya terus maju, coba bimbing  gerak mata Anda menggunakan pulpen atau  jari. Geser jari Anda melintasi setiap baris sesuai dengan kecapatan mata yang bisa Anda jaga. Gerak maju perlahan jari atau pulpen akan membimbing mata Anda dan memaksanya sepanjang baris itu dari kiri ke kanan.

Meningkatkan Jangkauan Mata

Mungkin dari tiga percobaan yang telah dilakukan, jangkauan penglihatan
atau jangkauan mata Anda memfiksasi kata per kata. Jangkauan mata seperti itu adalah tipikal jangkauan mata pada banyak pembaca dewasa. Pembaca-pembaca yang baik mampu melihat lebih dari hanya sebuah kata per fiksasi . Mampu melihat lebih dari hanya satu kata dalam satu waktu dapat meningkatkan kecepatan baca sebab Anda melakukan lebih sedikit fiksasi per baris. Mungkin lebih penting, melihat kelompok-kelompok kata dapat meningkatkan pemahaman Anda. Jika Anda pelajari dan analisis kebahasaan bagaimana hal itu terjadi bersama, Anda akan melihat bahwa kata-kata itu bergantung dengan yang lain dan kata-kata itu memiliki makna sesunguhnya hanya ketika dihubungkan dengan kata lain. Kata-kata, itu, se, satu, kapan, di mana, bagaimana, yang, dan, dalam, tidak memiliki arti yang jelas, akan tetapi ketika kata-kata itu bersama dengan kata lain, kata-kata itu memberi kontribusi pada makna satu frase atau kalimat; pulpen itu, sebanyak, satu apel, ketika dia gagal, ke mana dia pergi, bagaimana Anda tahu, dan di dalam ruangan.

Sebaiknya, Anda harus mencoba membaca kata-kata itu bersama-sama. Coba lihat, dalam satu fiksasi
, dua kata bersama-sama. Teknik ini dikenal sebagai membaca frase. Untuk memahami bagaimaan membaca frase berlangsung, baca paragraf berikut. Paragraf itu sudah dibagi ke dalam frase-frase, kelompok-kelompok yang bekerja bersama-sama.  

(contoh paragraf

Sekarang, untuk melihat apakah Anda dapat membaca frase, kelompoKkan paragraf berikut seperti contoh. Kalimat pertama sudah dibagi sebagaimana dimaksud. 

(contoh paragraf

Suatu saat setelah Anda bisa mengenal kelompok kata bersama-sama, langkah selanjutnya coba bangun jangkauan mata Anda agar bisa melihat kelompk kata itu dalam satu fiksasi . Jangan menggunakan buku teks untuk melakukan percobaan membaca frase. Buku teks ditulis pada level yang terlalu sukar, dan Anda tidak bisa berhasil atau bahkan akan kehilangan pemahaman dengan percobaan itu mengenai teknik baru ini. Untuk itu, berlatihlah dengan artikel surat kabar atau majalah yang benar-benar mudah tetapi menarik untuk dibaca.  

LATIHAN 1

Petunjuk: Pilih sebuah artikel yang menarik dari majalah atau surat kabar yang akan menyenangkan untuk Anda baca. Artikel itu akan digunakan untuk latihan membaca frase. Sebelum Anda mulai membacanya, bagi tiga kalimat pertama ke dalam frase-frase, menggunakan garis miring. Hal yang sama, bagi kalimat pertama setiap tiga paragraf ke dalam frase-frase. Sekarang baca artikel itu, konsentrasikan pada membaca frase. Pertama tiga kalimat yang ditandai akan Anda mulai dengan membaca frase, dan yang lain sisasnya dimaksudkan untuk Anda kembali membaca kata per kata. Latih membaca bacaan beberapa kali.  

IKHTISAR 

Membaca merupakan dua kegiatan yang bersifat fisik dan mental. Tujuan bab ini untuk menjelaskan proses fisik dalam kegiatan membaca dan hubungannya dengan kecepatan baca dan peningkatan pemahaman. Pertama, penting bahwa masalah visual tidak mengganggu aspek fisik proses membaca. Sebuah daftar untuk mengecek problem visual disertakan dalam bab ini.

Proses gerak-mata dalam membaca dideskripsikan dalam bab ini. Pada tahap yang paling dasar, mata Anda terlatih untuk bergerak dari kiri ke kanan melintasi baris-baris bacaan. Ketika mata melintansi baris-baris bacaan, mata bergerak dan berhenti, membuat sebuah rangkaian perhentian, atau fiksasi
. Jumlah huruf dan atau kata yang dilihat dalam satu perhentian disebut jangkauan penglihatan  mata. Adakalanya, ketika melintasi baris-baris bacaan, mata kembali pada sebuah kata yang sudah dibaca, bukan pada kata atau frase berikutnya. Gerak balik ini, dikenal sebagai regresi, hasil dari kehilangan makna dan memperlambat kecepatan baca. Untuk meningkatkan efisiensi membaca, beberapa saran disajikan untuk mengurangi jumlah regresi yang Anda buat.Teknik membaca frase disajikan dengan maksud untuk meningkatkan jangkauan penglihatan dan mengurangi jumlah fiksasi per baris.

 

 


Email:

daudp65@yahoo.com

 



Copyright © 2009. All rights reserved.