|
|
|
| daudp65 home page! |
| Welcome and joint us! |
|
|
BAGIAN LIMA |
|
|||||||||||||||||||||||||||
|
16. Bagaimana Kecepatan Baca Anda? |
||||||||||||||||||||||||||||
|
Kecepatan Baca
atau reading rate, kecepatan yang terjadi saat Anda membaca, biasanya
diukur dalam kata per menit (kpm). Apakah Anda harus membaca 100 kpm, 200
kpm, 300 kpm, 400 kpm?
Pada kecepatan berapa semestinya Anda membaca? Apakah Anda termasuk pembaca
cepat atau pembaca yang lambat? Jawaban atas pertanyaan itu: Anda mesti
membaca pada 100, 200, 300, dan 400 kpm; Anda hendaknya menjadi pembaca
cepat dan juga sebagai pembaca yang lambat. VARIABEL YANG MEMPENGARUHI KECEPATAN BACA Terdapat ratusan variabel literer yang mempengaruhi bagaimana kecepatan baca Anda. Pada umumnya variabel-variabel itu juga mempengaruhi kemampuan memahami (seberapa baik Anda bisa mengerti) apa yang dibaca. Variabel-variabel yang mempengaruhi keduanya, kecepatan baca dan pemahaman, dapat dibagi menjadi dua kategori umum: variabel penulis (atau teks) dan variabel pembaca. Variabel penulis-teks merupakan sejumlah ciri dari bahan cetakan yang mempengaruhi mudah sukarnya sebuah teks dibaca. Karakteristik orang yang mempengaruhi kecepatan baca dan pemahaman baca disebut variabel pembaca. Variabel Penulis-Teks Cara penulis menulis, kata-kata yang mereka gunakan, bagaimana mereka menempatkan kata-kata itu bersama-sama, dan bagaimana mereka mengekspresikan ide-ide secara jelas, semua memberi kontribusi terhadap bagaimana sebuah paragraf dapat dengan mudah dibaca dan berapa cepat itu dapat dibaca. Cobalah ikuti latihan berikut. Pertama, baca tiap-tiap paragraf berikut. Paragraf 1 Anda pernah membaca majalah? Di dalam majalah itu mungkin ada pembicaraan tentang berat badan. Pada umumnya orang sangat memperhatikan berat badannya. Orang yang memperhatikan urusan mode, membuat kita terpaku dalam urusan berat badan. Sekarang para juru iklan mesih terus melakukan hal yang sama. Ada juru iklan yang menyuruh Anda membeli mesin berlatih. Juru iklan yang lain menjajakan jamu-jamu untuk menurunkan atau menaikkan berat badan. Semua iklan itu berupaya membuat kita gandrung akan penampilan seperti yang tampak dalam gambar. Namun, tujuan hidup orang tidak sama. Iklan tidak memperhatikan perbedaan-perbedan itu. Ahmad S, Membaca 2, hal. 131 Paragraf 2 Secara sepintas saja kita segera mengetahui bahwa advertensi di dalam majalah-majalah itu tidak ayal lagi, bermaksud untuk menarik pembaca agar mempunyai perhatian yang lebih bersungguh-sungguh mengenai masalah-masalah yang berhubungan dengan berat badan. Para diktator di dalam bidang mode membuat sebagian besar anggota masyarakat, terutama wanita, sadar akan masalah berat badan yang sangat menentukan penampilan seseorang. Pada masa sekarang para penulis advertensi mencoba berupaya meyakinkan sang kurus dan sang gendut berada dalam kedudukan yang sama asalkan mereka mau membeli barang-barang yang mereka tawarkan: mesin berlatih, jamu ini dan jamu itu, makanan-makanan tetentu, dan seterusnya. Mereka berjanji bisa membuat kita tampak atau bisa tampak seperti model yang terpampang dalam gambar advertensi. Biasanya mereka gagal karena tidak sadar bahwa setiap orang itu berbeda. Ahmad S, Membaca 2, hal. 130 Paragraf mana yang tampaknya lebih mudah? Kedua paragraf itu memiliki panjang yang hampir sama, tetapi keduanya memiliki perbedaan yang sangat besar dalam berbagai hal --yang secara mendasar hal-hal itu memberi kontribusi terhadap tingkat kesulitan bacaan. Paragraf 1 ditulis dalam tingkat kesulitan untuk kelas 4, sementara paragraf 2 ditulis dalam tingkat kesulitan untuk level perguruan tinggi. Perhatikan kembali tiap-tiap paragraf, hal-hal apa dari sisi tulisan yang membuat paragraf 1 lebih mudah atau paragraf 2 lebih sukar? Coba tuliskan hal itu berikut sebanyak yang Anda bisa temukan. Paragraf 1 Paragraf 2 --------------------------------------------------- ------------------------------------------------------ --------------------------------------------------- ------------------------------------------------------ --------------------------------------------------- ------------------------------------------------------ --------------------------------------------------- ------------------------------------------------------ Dalam kedua paragraf itu, terdapat sejumlah perbedaan yang sangat besar. Beberapa perbedaan yang mencolok adalah:
Linguis, yakni orang yang mempelajari bahasa, mungkin mencatat beberapa perbedaan lain antara kedua paragraf itu. Beberapa ciri bahasa yang sangat teknis atau sangat subtil, biasa disebut variabel linguistik, diperkirakan mempengaruhi bagaimana mudah sukarnya suatu paragraf dipahami. Variabel-variabel linguistik itu meliputi misalnya jumlah silabi, jumlah pengulangan kata, dan susunan kata-kata di dalam sebuah kalimat. Sesungguhnya, salah satu variabel linguistik itu dapat menentukan tingkat kesulitan baca suatu paragraf. Terdapat sejumlah variabel yang sangat menentukan dibandingkan dengan yang lain yang perlu dicatat; yakni panjang kalimat, tingkat kesukaran kosa kata, dan kejelimetan konsepyang dibicarakan. Panjang Kalimat: Suatu paragraf dengan kalimat yang sangat panjang menyebabkan proses membaca lebih sulit dan akan memaksa Anda membaca lebih lambat. Coba baca paragraf berikut; perhatikan tampaknya betapa panjang kalimat-kalimat di dalamnya yang menjadikan Anda perlu memperlambat kecepatan baca. Pada umumnya setiap bunga mempunyai bagian yang menumbuhkan organ-organ reproduksi yang penting (benang sari dan putik) dan lazim juga bagian-bagian tambahan (kelopak bunga dan bunga), yang dapat berperan sebagai daya tarik terhadap serangga penyerbuk dan sebagai pelindung bagian-bagian yang esensial. Ahmad S, Membaca 2, hal. 131 Kosakata; Suatu paragraf dengan kosa kata yang sukar atau kurang dikenal dapat menyebabkan hal yang sama--pemahaman menjadi sulit bahkan mustahil, dan rata-rata kecepatan baca sangat lambat. Cobalah baca paragraf berikut. Tapi kadang-kadang hanya ada batas yang sangat tipis antara feature human interes dengan feature berita. Misalnya, sehari setelah berjumpa dengan wanita yang membantu menangkap pencuri, wartawan akan menulis feature berita, dengan penekanan pada peranan wanita itu dalam pencegahan pencurian. Tapi, karena angle beritanya cepat habis ---usaha pencurian bila sudah tiga minggu sudah bukan berita lagi-- maka peristiwa itu hanya disebutnya sepintas. Gunawan, Mohamad. Seandainya Saya Wartawan Tempo, hal. 101 Ide dan Konsep; Sebagai tambahan terhadap ciri-ciri mekanis seperti itu, yang ketiga dari seperangkat variabel penulis -teks yang menentukan tingkat kesulitan adalah berkaitan dengan ide atau konsep yang disajikan dalam sebuah paragraf. Dalam contoh berikut, Anda akan melihat meskipun bahasa yang digunkan relatif sederhana, konsep yang dibicarakannya sukar.
Implikasi berasal dari lata Latin implicare, yang berarti: melihat
atau merangkum. Kata inferensi juga berasal dari bahasa Latin, dari kata
infere yang berarti: menarik kesimpulan. Jadi, yang dimaksud dengan
implikasi adalah rangkuman, yaitu sesuatu dianggap ada karena sudah
dirangkum dalam evidensi itu sendiri. Sedangkan inferensi adalah kesimpulan
yang diturunkan dari apa yang ada dari suatu yang dikatakan.
Meskipun Anda tidak dapat berbuat apa pun untuk mengubah karakter tulisan yang menjadikannya sulit, Anda dapat mengubah pendekatan terhadap tulisan itu. Anda dapat agak memperlambat kecepatan baca jika membaca suatu paragraf dengan kalimat yang panjang, kompleks atau sebuah artikel yang menyajikan konsep yang sulit atau argumen yang kompleks. Atau Anda dapat meningkatkan kecepatan baca ketika bertemu dengan paragraf yang simpel dengan kosakata yang tidak jelimet. Dengan kata lain, Anda dapat menyesuaikan rata-rata kecepatan baca sesuai dengan karakteristik bahan bacaan. Belajar menyesuaikan kecepatan baca sesuai dengan gaya dan isi suatu paragaf pada mulanya akan menuntut kesadaran. Jika sekarang Anda telah terbiasa membaca dengan tampilan yang sama, sebagaimana umumnya mahasiswa yang lain, selanjutnya Anda perlu memaksa diri Anda untuk selalu mengukur setiap bahan bacaan secara khusus sebelum memutuskan berapa cepat Anda harus membacanya. Ketika Anda menggunakan teknik prabaca, sesungguhnya Anda telah menerapkan langkah kecil dari kegiatan menyesuaikan kecepatan baca. Dengan prabaca, Anda telah membuat diri Anda lebih dekat dengan seluruh isi dan organisasi bacaan. Anda mungkin juga telah, sebagai bagian dari prabaca, melampaui satu langkah yang Anda bayarkan sebagai perhatian Anda terhadap seluruh kesulitan bahan bacaan. Dalam proses prabaca, Anda akan memperoleh contoh yang mamadai dari tulisan yang sebenarnya untuk dapat menguji tingkat kompleksitas keduanya, bahasa dan isi paragraf. Memutuskan untuk mempercepat atau memperlambat membaca bagian tertentu dari sebuah tulisan tidak ada ketentuannya. Dari pengalaman Anda akan dapat memutuskan kapan Anda dapat mengubah kecepatan baca. Anda tidak begitu penting untuk mengetahui secara tepat berapa besar Anda perlu meningkatkan kecepatannya. Lebih jauh, yang penting adalah upaya untuk mengembangkan ketrampilan fleksibilitas --kemampuan mengubah kecepatan baca dalam merespon bahan bacaan secara alami. Variabel Pembaca Perangkat variabel kedua yang mempengaruhi berapa cepat Anda dapat membaca dan berapa baik Anda dapat memahami suatu bahan bacaan bergantung pada Anda, pembaca. Berikut sejumlah daftar berkaitan dengan kemampuan baca Anda yang mempengaruhi kecepatan baca. Tingkat Kosakata; Jika tingkat kosakata baca Anda secara umum tinggi, Anda tidak akan mendapatkan banyak kata-kata yang tidak Anda ketahui, dan kecepatan Anda tidak akan terpengaruh. Sebaliknya, jika kosakata baca Anda lemah dan Anda sering menemukan kata-kata yang tidak diketahui dalam tiap-tiap paragraf, Anda akan kehilangan kecepatan saat berhenti untuk mencari-cari penanda yang berhubungan dengan makna. Bahkan jika Anda memutuskan untuk melampaui kata yang tidak dikenali, keputusan untuk melampaui itu akan mempengaruhi kecepatan dan akan menghentikan aliran ide pada saat membaca. Kemampuan Pemahaman; Tingkat ketrampilan Anda dalam memahami kalimat-kalimat dan paragraf-paragraf akan mempengaruhi rata-rata kecepatan baca. Jika Anda mempunyai kesulitan dalam menentukan yang menjadi bagian inti kalimat atau tidak dapat mengidentifikasi topik, ide pokok, dan penjelas suatu paragraf, rata-rata kecepatan Anda akan payah karena Anda akan banyak menghabiskan waktu untuk mencari-cari hal itu. Kondisi Fisik; Bagaimana Anda merasakan secara fisik mempengaruhi rata-rata kecepatan baca dan pemahaman. Jika sangat lelah, atau sedang dalam proses penyembuhan flu, Anda tidak akan dapat tampil di puncak. Konsentrasi boleh jadi akan menjadi problem atau mungkin Anda tidak bisa memporsir diri untuk selalu terjaga jika lapar, atau jika ruangan terlalu panas atau dingin, performansi baca mungkin juga terpengaruh. Kondisi Pikiran; Seperti kondisi fisik yang dapat mempengaruhi rata-rata kecepatan baca, begitu juga kondisi mental atau emosional Anda. Jika sedang depresi atau cemas, mungkin Anda tidak akan dengan mudah dapat berkonsentrasi; jika sedang eksait atau anksies tentang sesuatu, konsidi mental Anda mungkin tidak kondusif terhadap efektivitas membaca. Interes terhadap Materi Bacaan; Perhatian Anda terhadap apa yang sedang dibaca mungkin mempengaruhi berapa cepat dan dengan tingkat pemahaman bagaimana Anda membaca. Jika membaca suatu topik yang sangat menarik, Anda akan membaca lebih cepat dan mengerti lebih baik dibandingkan dengan jika membaca sesuatu yang kurang atau bahkan tidak manarik. Latar Pengetahuan; Pegetahun Anda tentang topik tertentu menentukan berapa baik Anda akan dapat membacanya. Misalnya saja Anda mendapat tugas membaca paragraf dari pertengahan buku teks pengantar botani. Jika Anda telah mendapatkan pelajaran yang lengkap di bidang botani, paragraf-paragraf itu akan probabel dapat dipahami dan cukup mudah dibaca. Sebaliknya, jika Anda tidak pernah belajar botani, hal itu perlu dibaca sangat lambat dan mungkin harus berhenti untuk melihat istilah dan konsep yang tidak dikenal. MENYESUAIKAN KECEPATAN DENGAN TUJUAN BACA
Tujuan baca merupakan faktor sangat penting berkaitan dengan kecepatan dan
pemahaman baca dan melibatkan pula hakikat bahan dan pendekatan pembaca
terhadap materi itu. Jika Anda sedang membaca majalah untuk hiburan, tujuan
Anda berbeda dari ketika Anda membaca bab buku teks untuk persiapan ujian.
Jika melembari halaman-halaman surat kabar, tujuan Anda berbeda dari tujuan
ketika Anda membaca puisi untuk kelas sastra.
PROSEDUR MENYESUAIKAN KECEPATAN BACA Pada bagian terdahulu sudah dibicarakan berbagai variabel yang mempengaruhi kecepatan baca. Bagian berikut menjelaskan bagaimana membuat Anda waspada terhadap kompleksitas kecepatan baca dan bagaimana mengetahui indikasi bahwa proses peningkatan kecepatan baca itu telah terjadi. Kini karena telah familier dengan berbagai variabel, Anda dapat mulai menyesuaikan kecepatan baca Anda dengan berbagai kebutuhan dan berbagai tujuan. Berikut prosedur atau langkah demi langkah yang dapat Anda ikuti untuk membantu membangun kebiasaan membaca cepat. Prosedur ini menuntut Anda untuk mengikuti langkah demi langkah secara lengkap sebelum mulai membaca. 1. Pilih waktu dan tempat untuk membaca yang akan membantu Anda bisa lebih konsentrasi. Pilih saat-saat ketika sangat siaga dan kondisi pikiran Anda kondusif untuk belajar. 2. Lakukan prabaca terhadap bahan. Saat memprabaca, ukur tingkat kesukaran gaya dan isi tulisan. Apakah di sana banyak dijumpai kata-kata sulit? Apakah kalimatnya panjang dan kompleks? Apakah bahannya aktual? Berapa banyak informasi yang sesuai dengannya yang Anda miliki? 3. Rumuskan semua tujuan baca Anda. Tujuan baca Anda akan menentukan tingkat pemahaman dan tingkat peretensian yang dikehendaki. Apakah Anda membaca untuk senang-senang, menenukan fakta-fakta, atau membaca bab suatu buku teks untuk persiapan ujian? 4. Tentukan berapa kecepatan yang tepat untuk membaca bahan khusus itu. 5. Setelah Anda selesai membaca satu halaman suatu bahan bacaan, berhentilah dan lakukan evaluasi. Apakah Anda memahami dan dapat mengingat apa yang dibaca? Dapatkan Anda mengikhtisarkan ide-ide itu dengan kata-kata sendiri? MENGUKUR KECEPATAN BACA
Kini Anda telah menyadari bahwa jenis bahan yang dibaca dan bagaimana
memperlakukannya menentukan, dalam hal tertentu, kecepatan baca. Meskipun
mengukur kecepatan kaca itu kompleks, umumnya mahasiswa menghendaki ide
tentang apakah mereka termasuk pembaca cepat atau lambat, atau
sekurang-kurangnya ingin mengetahui apakah mereka di atas atau bawah
rata-rata. Hal itu menjadi mungkin untuk mengukur kecepatan baca jika
menggunakan jenis bahan bacaan khusus dan pembaca telah memiliki tujuan
khusus dalam pikirannya. MENGHITUNG JUMLAH KATA Berikut prosedur mengukur kecepatan baca pada umumnya. 1. Setelah memilih satu bagian dari buku atau suatu artikel, hitunglah jumlah kata dalam tiga baris. Kemudian dibagi tiga. Bulatkan pada bilangan yang paling mendekati jumlah keseluruhan. Hal ini akan merupakan rata-rata jumlah kata per baris. 2. Hitung jumlah baris dari artikel atau buku (atau satu halaman jika panjang bacaan itu lebih dari sehalaman). Kalikan jumlah kata per baris dengan jumlah baris. Hal itu akan merupakan estimasi yang lebih fair tentang jumlah keseluruhan kata. 3. Saat membaca, gunakan jam yang memiliki penunjuk detik. Catat menit dan detik saat Anda memulai membaca (4:20:18). Mulailah membaca pada saat penunjuk detik menjelang angka dua belas. Catat waktu Anda menyelesaikan membaca. Kurangkan waktu Anda mulai terhadap waktu menyelesaikan. 4. Bagi jumlah waktu baca oleh jumlah kata. Untuk menghitung waktu baca, bulatkan waktu baca dalam detik pada perempat menit terdekat lalu bagi. Misalnya, jika total waktu baca Anda 3 menit 12 detik, maka dibulatkan menjadi 3.25 menit kemudian bagi. Hasilnya merupakan angka kata per menit. Contoh: Jumlah kata dalam 3 baris: 23 Dibagi 3 dan dibulatkan: 23/3 = 7.75 = 8 Jumlah baris dalam bacaan: 120 Kalikan jumlah kata perbaris dengan jumlah baris: 8*120 = 960 kata.
Kurangi waktu menyelesaikan: 1:13:22 dengan waktu memulai: 1:05 ------------------- 8 menit 22 detik
Bulatkan pada per empat menit terdekat: 8 setengah menit Bagi jumlah kata dengan waktu baca: 960/8.5 = 112 + suatu pecahan (kecepatan baca). Mengukur Kecepatan Baca Analitis 1. Pilih sebuah puisi atau paragraf dari essai yang rumit dalam suatu buku teks, atau pilih sebuah deskripsi yang digarap sangat rumit dari buku teks yang lain, atau petik sebuah bahan diskusi yang mengangkat issue yang kontroversial yang Anda rencanakan akan dianalisis secara cermat. (Sebuah puisi karya W. S. Rendra yang berjudul Kenapa Kau Taruh.................. telah disiapkan untuk keperluan itu). 2. Hitung jumlah kata, baca bahan itu, tentukan waktu, dan hitung skor jumlah kata per menit. Catat kpm dalam bagan 1 pada bagian lain.
3. Cek
tingkat pemahaman, silakan sekarang Anda tulis paper analitis dan tanggapan
Anda terhadap apa yang sudah dibaca? Kenapa Kautaruh.......
(1) Kenapa kau taruh mawar-mawar berduri di atas susumu? Suatu pemandangan yang luar biasa. Tapi kenapa? (2)"Aku taruh mawar-mawar berduri sebagi protes kepada wartawan." Sejak aku meninggalkan Rangkasbitung dan lalu menjadi None Jakrta, para wartawan potret suka mengincar dadaku. Selanjutnya selama berminggu-minggu setiap koran dan majalah keranjingan dadaku Bahkan sebuah majalah yang mabuk memuat seabrek gambar dadaku dengan diiringi syair yang berjudul: "Bernaung dibawah dadamu, ini namanya inflasi susu!" (3) "Ini terlalu! Ada banyak masalah wanita kecuali dadanya. Para buruh wania masih kurang terjamin haknya. Metode keluarga berencana terlalu mengorbankan wanita. Wanita nakal disebut tuna susila. Lelaki nakal disebut Sang Arjuna. Surat izin usaha penerbitan bukan sekedar nasi goreng di pinggir jalan. Di dunia ini banyak mulut diplester. Dan ia yang boleh bicara, bukan membela mereka yang dianggap sampah jalanan tetapi malah ngomyang tentang dada dan paha. (4) Oplah! Oplah! Omset! Omset! Sehari suntuk begitu saja ngelindurnya penerbitan. Terkepung materialisme bukannya mengerahkan daya sukma. Dihadang pantat pasar bukannya mengerahkan daya cipta Tapi malahan molor air liurnya. Otak mabuk hilang akalnya. Kayak dunia materi tidak ada positifnya. Memangnya materi tidak bisa ngongkosi martabat? (5) Bukankah pasar tidak sekedar punya perut dan pantat? Bukankah ia juga ada otaknya? Dan otaknya bukankah juga perlu mutu? Oplah! Oplah! Omset! Omset! Dasar wawasannya cuma sampai di situ! (6) "Dan kalau oplahnya sudah besar, wartawan-wartawannya bergaya sok kuasa. Bersikap sak enaknya terhadap wanita dan orang swasta. Coba terhadap penggede yang berkuasa! "Mawar-mawar berduri di dadaku ini adalah protes bagi martabat manusia." (7) Maaf, Nak, None Jakata, yang tahu-tahu berasal dari Rangakasbitung. Aku sudah tua. Masuk laut kena garam, masuk kuali kena asam. Itu mawar-mawar berduri ditaruh di situ itu, jangan-jangan malah membuat salah sangka. (8) "Terhadap wanita lelaki selalu salah sangka. Wanita cantik disangka sekadar pemandangan. None Jakarta disangka kue ulang-tahun yang bisa diiris dan dibagi-bagi. Kewanitaan dan kecantikanku selalu menjadi beban. Sekarang aku akan mengubahnya sehingga menjadi alat perjuangan. Tidak sekedar mawar-mawar berduri. Aku pun memelihara dengan teliti kuku-kuku yang sedang panjangnya. Bukan sekadar hiasan kecantikan tetapi senjata yang bisa mencakar. (9) Wahai, adik dengan mawar berduri. Untukmu aku berdoa. Bagaimanapun kuat hatimu, rasa cemasku tetap ada. Kami rakyat kecil, cuma bisa berdoa. (10) Wahai, para ibu dan mbakyu-mbakyu, selalu berdoa tidak ada jeleknya. Keadilan alam yang akan menjelma dalam rezeki, hidup-mati, dan jodoh kita, memang atas kehendak Yang Mahakuasa. Kita hanya bisa bertakwa. Tetapi keadilan di dalam masyarakat, kita menusia harus menciptakannya. (11) "Di dalam rimba tidak ada hak yang ada cuma kepastian. Tetapi di Jakarta, atau di mana saja manusia hidup bersama setiap orang harus ada haknya, biarpun ia lemah, miskin, berdosa, atau wanita. Begitulah keadilan antarmanusia. Jalanan kota Jakarta berdebu. Setiap kemegahan menciptakan kekumuhan. Setiap kejayaan menciptakan gelandangan. Begitulah selalu akan terjadi bila pembangunan berjalan tanpa keadilan (12) "Mawar-mawar berduri di dadaku, ada juga ini kuku-kuku, adalah bahasa untuk berkata: Janganlah ada orang yang mengangkangi hak hanya untuk dirinya. Sebab biarpun aku wanita aku menolak untuk tidak berdaya Aku menolak untuk sekedar melelehkan air mata. Aku punya duri. Aku punya kuku. (13) Buah hatiku, indung-indung disayang. Setangkai wawar berduri di atas dada kekasihku menimbulkan rasa terkesiap di dalam kalbu (14) "Abang kekaksihku. Cintaku manap. Untukmu seorang tertancap. Tetapi setangkai mawar berduri ini adalah lambang kedaulatanku.
Bojong Gede, 6 Nopember 1990 Mengukur Kecepatan Baca untuk Studi Pilih bacaan pilihan dari salah satu buku teks yang belum Anda baca akan tetapi diperkirakan akan ditugaskan. Asumsikan bahwa Anda harus lulus dalam ujian akan datang pada mata kuliah itu. Kemudian, ikuti langkah 2 dan 3 yang telah dijelaskan pada Tes Baca Analitis yang lain. Mengukur Kecepatan Baca Kasual Pilih sebuah pilihan berupa beberapa halaman dari novel yang sedang Anda baca atau beberapa halaman artikel majalah yang menarik. Bacalah sekedar untuk menikmati atau untuk mendapatkan informasi umum. Kemudian hitung kpm Anda, lalu catat dalam bagan 1 yang tersedia (Contoh artikel surat kabar berikut dapat Anda gunakan untuk keperluan itu.)
Mengukur Kecepatan Baca Membaca Cepat Kecepatan membaca cepat tidak dapat benar-benar dihitung secara akurat dan fair dalam istilah kata per menit. Ketika membaca untuk menemukan lokasi fakta-fakta khusus, misalnya, Anda sesungguhnya tidak benar-bernar membaca dan memahami apapun. Supaya Anda dapat menemukan, Anda hanya membaca bagian-bagian tertentu, serta melompati bagian lain. Atau ketika Anda membaca untuk mendapatkan gambaran suatu artikel, Anda akan membaca secara pilih --hanya membaca bagian kunci dari artikel dan melampaui sisanya. Betapun, membaca cepat akan sunguh sangat cepat, lebih cepat dari situasi membaca kasual.Teknik dan prosedur membaca cepat akan disajikan dalam Bab 18 Kapan Anda Tak Perlu Baca Apa pun. MENGINTERPRETASIKAN HASIL PENGUKURAN KECEPATAN BACA
Jika kecepatan baca Anda di bawah rata-rata untuk salah satu atau lebih
jenis membaca, tetapi tidak di bawah rata-rata keseluruhan, atau jika
kecepatannya mendekati kesamaan pada masing-masing kesempatan, disarankan
bahwa Anda jangan mengubah kecepatan untuk menyelaraskan dengan tujuan dan
tipe bahan. RANGKUMAN
Bab ini ditujukan untuk menjawab pertanyaan apa itu kecepatan baca dan cara
pengukurannya. Kecepatan baca dipengaruhi oleh banyak variabel, yang secara
garis besar ada dua kategori --variabel penulis
dan variabel pembaca. Membaca Analitis membaca untuk memperoleh pemahaman detail: analisis, evaluasi, dan kritik, seperti pada puisi, tulisan argumentatif (di bawah 100 kpm) Membaca Studi membaca untuk memperoleh pemahaman dan pengingatan tinggi, seperti membaca buku teks, laporan penelitian (150-250 kpm) Membaca Kasual membaca untuk pemahaman sedang terhadap ide pokok, hiburan, senang-senang, info umum, seperti membaca novel, surat kabar, majalah (250-400 kpm)
Membaca Cepat membaca untuk membuat pengikhtisaran bahan, menemukan secara
cepat tempat fakta khusus, seperti ketika membaca bacaan referensi, majalah,
novel, nonfiksi (lebih cepat dari membaca kasual). |
||||||||||||||||||||||||||||
|
|
|
|||||||||||||||||||||||||||
|
Email: |
|
Copyright © 2009. All rights reserved. |