daudp65  home page!  
Welcome and joint us!
 Home 
     

BAGIAN LIMA

 

16. Bagaimana Kecepatan Baca Anda?


Gunakan bab ini untuk:  

  1. Mengetahui berapa cepat Anda membaca serta bagaimana kecepatan baca Anda dibandingkan dengan teman di sekolah yang lain?
  2. Lalu, apakah Anda membaca segala sesuatu dengan kecepatan yang sama?

Kecepatan Baca atau reading rate, kecepatan yang terjadi saat Anda membaca, biasanya diukur dalam kata per menit (kpm). Apakah Anda harus membaca 100 kpm, 200 kpm, 300 kpm, 400 kpm? Pada kecepatan berapa semestinya Anda membaca? Apakah Anda termasuk pembaca cepat atau pembaca yang lambat? Jawaban atas pertanyaan itu: Anda mesti membaca pada 100, 200, 300, dan 400 kpm; Anda hendaknya menjadi pembaca cepat dan juga sebagai pembaca yang lambat.

Jawaban-jawaban itu sekilas tampak berlawanan atau kontradiktif, tapi itu benar. Kecepatan baca Anda mesti berubah dalam berbagai situasi dan berbagai tipe bahan bacaan. Ada sejumlah variabel yang mempengaruhi kecepatan baca Anda. Bab ini bertujuan menjelaskan variabel yang mempengaruhi kecepatan baca dan memperlihatkan bagaimana menyesuaikannya atau mengubah kecepatan baca agar sesuai dengan bacaan.

Selain itu, penting juga mengetahui bagaimana prosedur untuk menyesuaikan kecepatan baca; dan bagaimana mengukur kecepatan baca dalam berbagai situasi. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah bagaimana menginterpretasikan hasilnya.  

VARIABEL YANG MEMPENGARUHI KECEPATAN BACA 

Terdapat ratusan variabel literer yang mempengaruhi bagaimana kecepatan baca Anda. Pada umumnya variabel-variabel itu juga mempengaruhi kemampuan memahami (seberapa baik Anda bisa mengerti) apa yang dibaca. Variabel-variabel yang mempengaruhi keduanya, kecepatan baca dan pemahaman, dapat dibagi menjadi dua kategori umum: variabel penulis (atau teks) dan variabel pembaca. Variabel penulis-teks merupakan sejumlah ciri dari bahan cetakan yang mempengaruhi mudah sukarnya sebuah teks dibaca. Karakteristik orang yang mempengaruhi kecepatan baca dan pemahaman baca disebut variabel pembaca.  

Variabel Penulis-Teks 

Cara penulis menulis, kata-kata yang mereka gunakan, bagaimana mereka menempatkan kata-kata itu bersama-sama, dan bagaimana mereka mengekspresikan ide-ide secara jelas, semua memberi kontribusi terhadap bagaimana sebuah paragraf dapat dengan mudah dibaca dan berapa cepat itu dapat dibaca. Cobalah ikuti latihan berikut. Pertama, baca tiap-tiap paragraf berikut.  

Paragraf 1  

Anda pernah membaca majalah? Di dalam majalah itu mungkin ada pembicaraan tentang berat badan. Pada umumnya orang sangat memperhatikan berat badannya. Orang yang memperhatikan urusan mode, membuat kita terpaku dalam urusan berat badan. Sekarang para juru iklan mesih terus melakukan hal yang sama. Ada juru iklan yang menyuruh Anda membeli mesin berlatih. Juru iklan yang lain menjajakan jamu-jamu untuk menurunkan atau menaikkan berat badan. Semua iklan itu berupaya membuat kita gandrung akan penampilan seperti yang tampak dalam gambar. Namun, tujuan hidup orang tidak sama. Iklan tidak memperhatikan perbedaan-perbedan itu.  

Ahmad S, Membaca 2, hal. 131 

Paragraf 2  

Secara sepintas saja kita segera mengetahui bahwa advertensi di dalam majalah-majalah itu tidak ayal lagi, bermaksud untuk menarik pembaca agar mempunyai perhatian yang lebih bersungguh-sungguh mengenai masalah-masalah yang berhubungan dengan berat badan. Para diktator di dalam bidang mode membuat sebagian besar anggota masyarakat, terutama wanita, sadar akan masalah berat badan yang sangat menentukan penampilan seseorang. Pada masa sekarang para penulis advertensi mencoba berupaya meyakinkan sang kurus dan sang gendut berada dalam kedudukan yang sama asalkan mereka mau membeli barang-barang yang mereka tawarkan: mesin berlatih, jamu ini dan jamu itu, makanan-makanan tetentu, dan seterusnya. Mereka berjanji bisa membuat kita tampak atau bisa tampak seperti model yang terpampang dalam gambar advertensi. Biasanya mereka gagal karena tidak sadar bahwa setiap orang itu berbeda.  

Ahmad S, Membaca 2, hal. 130 

Paragraf mana yang tampaknya lebih mudah? Kedua paragraf itu memiliki panjang yang hampir sama, tetapi keduanya memiliki perbedaan yang sangat besar dalam berbagai hal --yang secara mendasar hal-hal itu memberi kontribusi terhadap tingkat kesulitan bacaan. Paragraf 1 ditulis dalam tingkat kesulitan untuk kelas 4, sementara paragraf 2 ditulis dalam tingkat kesulitan untuk level perguruan tinggi.

Perhatikan kembali tiap-tiap paragraf, hal-hal apa dari sisi tulisan yang membuat paragraf 1 lebih mudah atau paragraf 2 lebih sukar? Coba tuliskan hal itu berikut sebanyak yang Anda bisa temukan.  

Paragraf 1                                                        Paragraf 2 

---------------------------------------------------        ------------------------------------------------------

---------------------------------------------------        ------------------------------------------------------

---------------------------------------------------        ------------------------------------------------------

---------------------------------------------------        ------------------------------------------------------ 

Dalam kedua paragraf itu, terdapat sejumlah perbedaan yang sangat besar. Beberapa perbedaan yang mencolok adalah:  

  • Paragraf 1 menggunakan kalimat-kalimat yang relatif pendek dan sederhana. Kata-katanya pendek, kosa katanya mudah, misalnya untuk "advertensi" menggunakan kata "iklan", untuk kata "terpampang" menggunakan kata "tampak". Paragraf itu berisi contoh-contoh yang jelas dan istilah yang digunakan juga mempunyai pengertian yang jelas.
  • Dalam paragraf 2 digunakan kalimat yang lebih panjang dan lebih kompleks, mengandung ide lebih banyak. Kata-katanya lebih panjang dan lebih sukar, misalnya kata "advertensi" dan kata, "terpampang". Penjelasan mengenai kerja juru iklan berat badan lebih detail dan jelimet, dengan kata-kata khusus, dan mengunakan makna-makna teknis.

Linguis, yakni orang yang mempelajari bahasa, mungkin mencatat beberapa perbedaan lain antara kedua paragraf itu. Beberapa ciri bahasa yang sangat teknis atau sangat subtil, biasa disebut variabel linguistik, diperkirakan mempengaruhi bagaimana mudah sukarnya suatu paragraf dipahami. Variabel-variabel linguistik itu meliputi misalnya jumlah silabi, jumlah pengulangan kata, dan susunan kata-kata di dalam sebuah kalimat. Sesungguhnya, salah satu variabel linguistik itu dapat menentukan tingkat kesulitan baca suatu paragraf. Terdapat sejumlah variabel yang sangat menentukan dibandingkan dengan yang lain yang perlu dicatat; yakni panjang kalimat, tingkat kesukaran kosa kata, dan kejelimetan konsepyang dibicarakan.  

Panjang Kalimat: Suatu paragraf dengan kalimat yang sangat panjang menyebabkan proses membaca lebih sulit dan akan memaksa Anda membaca lebih lambat. Coba baca paragraf berikut; perhatikan tampaknya betapa panjang kalimat-kalimat di dalamnya yang menjadikan Anda perlu memperlambat kecepatan baca.  

Pada umumnya setiap bunga mempunyai bagian yang menumbuhkan organ-organ reproduksi yang penting (benang sari dan putik) dan lazim juga bagian-bagian tambahan (kelopak bunga dan bunga), yang dapat berperan sebagai daya tarik terhadap serangga penyerbuk dan sebagai pelindung bagian-bagian yang esensial.  

Ahmad S, Membaca 2, hal. 131 

Kosakata; Suatu paragraf dengan kosa kata yang sukar atau kurang dikenal dapat menyebabkan hal yang sama--pemahaman menjadi sulit bahkan mustahil, dan rata-rata kecepatan baca sangat lambat. Cobalah baca paragraf berikut.  

Tapi kadang-kadang hanya ada batas yang sangat tipis antara feature human interes dengan feature berita. Misalnya, sehari setelah berjumpa dengan wanita yang membantu menangkap pencuri, wartawan akan menulis feature berita, dengan penekanan pada peranan wanita itu dalam pencegahan pencurian. Tapi, karena angle beritanya cepat habis ---usaha pencurian bila sudah tiga minggu sudah bukan berita lagi-- maka peristiwa itu hanya disebutnya sepintas. 

Gunawan, Mohamad. Seandainya Saya Wartawan Tempo, hal. 101 

Ide dan Konsep; Sebagai tambahan terhadap ciri-ciri mekanis seperti itu, yang ketiga dari seperangkat variabel penulis -teks yang menentukan tingkat kesulitan adalah berkaitan dengan ide atau konsep yang disajikan dalam sebuah paragraf. Dalam contoh berikut, Anda akan melihat meskipun bahasa yang digunkan relatif sederhana, konsep yang dibicarakannya sukar.  

Implikasi berasal dari lata Latin implicare, yang berarti: melihat atau merangkum. Kata inferensi juga berasal dari bahasa Latin, dari kata infere yang berarti: menarik kesimpulan. Jadi, yang dimaksud dengan implikasi adalah rangkuman, yaitu sesuatu dianggap ada karena sudah dirangkum dalam evidensi itu sendiri. Sedangkan inferensi adalah kesimpulan yang diturunkan dari apa yang ada dari suatu yang dikatakan.

Gorys K. Komposisi, hal. 225-226 

Meskipun Anda tidak dapat berbuat apa pun untuk mengubah karakter tulisan yang menjadikannya sulit, Anda dapat mengubah pendekatan terhadap tulisan itu. Anda dapat agak memperlambat kecepatan baca jika membaca suatu paragraf dengan kalimat yang panjang, kompleks atau sebuah artikel yang menyajikan konsep yang sulit atau argumen yang kompleks. Atau Anda dapat meningkatkan kecepatan baca ketika bertemu dengan paragraf yang simpel dengan kosakata yang tidak jelimet. Dengan kata lain, Anda dapat menyesuaikan rata-rata kecepatan baca sesuai dengan karakteristik bahan bacaan.

Belajar menyesuaikan kecepatan baca sesuai dengan gaya dan isi suatu paragaf pada mulanya akan menuntut kesadaran. Jika sekarang Anda telah terbiasa membaca dengan tampilan yang sama, sebagaimana umumnya mahasiswa yang lain, selanjutnya Anda perlu memaksa diri Anda untuk selalu mengukur setiap bahan bacaan secara khusus sebelum memutuskan berapa cepat Anda harus membacanya.

Ketika Anda menggunakan teknik prabaca, sesungguhnya Anda telah menerapkan langkah kecil dari kegiatan menyesuaikan kecepatan baca. Dengan prabaca, Anda telah membuat diri Anda lebih dekat dengan seluruh isi dan organisasi bacaan. Anda mungkin juga telah, sebagai bagian dari prabaca, melampaui satu langkah yang Anda bayarkan sebagai perhatian Anda terhadap seluruh kesulitan bahan bacaan. Dalam proses prabaca, Anda akan memperoleh contoh yang mamadai dari tulisan yang sebenarnya untuk dapat menguji tingkat kompleksitas keduanya, bahasa dan isi paragraf.

Memutuskan untuk mempercepat atau memperlambat membaca bagian tertentu dari sebuah tulisan tidak ada ketentuannya. Dari pengalaman Anda akan dapat memutuskan kapan Anda dapat mengubah kecepatan baca. Anda tidak begitu penting untuk mengetahui secara tepat berapa besar Anda perlu meningkatkan kecepatannya. Lebih jauh,  yang penting adalah upaya untuk mengembangkan ketrampilan fleksibilitas --kemampuan mengubah kecepatan baca dalam merespon bahan bacaan secara alami.  

Variabel Pembaca 

Perangkat variabel kedua yang mempengaruhi berapa cepat Anda dapat membaca dan berapa baik Anda dapat memahami suatu bahan bacaan bergantung pada Anda, pembaca. Berikut sejumlah daftar berkaitan dengan kemampuan baca Anda yang mempengaruhi kecepatan baca. 

Tingkat Kosakata; Jika tingkat kosakata baca Anda secara umum tinggi, Anda tidak akan mendapatkan banyak kata-kata yang tidak Anda ketahui, dan kecepatan Anda tidak akan terpengaruh. Sebaliknya, jika kosakata baca Anda lemah dan Anda sering menemukan kata-kata yang tidak diketahui dalam tiap-tiap paragraf, Anda akan kehilangan kecepatan saat berhenti untuk mencari-cari penanda yang berhubungan dengan makna. Bahkan jika Anda memutuskan untuk melampaui kata yang tidak dikenali, keputusan untuk melampaui itu akan mempengaruhi kecepatan dan akan menghentikan aliran ide pada saat membaca.  

Kemampuan Pemahaman; Tingkat ketrampilan Anda dalam memahami kalimat-kalimat dan paragraf-paragraf akan mempengaruhi rata-rata kecepatan baca. Jika Anda mempunyai kesulitan dalam menentukan yang menjadi bagian inti kalimat atau tidak dapat mengidentifikasi topik, ide pokok, dan penjelas suatu paragraf, rata-rata kecepatan Anda akan payah karena Anda akan banyak menghabiskan waktu untuk mencari-cari hal itu.  

Kondisi Fisik; Bagaimana Anda merasakan secara fisik mempengaruhi rata-rata kecepatan baca dan pemahaman. Jika sangat lelah, atau sedang dalam proses penyembuhan flu, Anda tidak akan dapat tampil di puncak. Konsentrasi boleh jadi akan menjadi problem atau mungkin Anda tidak bisa memporsir diri untuk selalu terjaga jika lapar, atau jika ruangan terlalu panas atau dingin, performansi baca mungkin juga terpengaruh.  

Kondisi Pikiran; Seperti kondisi fisik yang dapat mempengaruhi rata-rata kecepatan baca, begitu juga kondisi mental atau emosional Anda. Jika sedang depresi atau cemas, mungkin Anda tidak akan dengan mudah dapat berkonsentrasi; jika sedang eksait atau anksies tentang sesuatu, konsidi mental Anda mungkin tidak kondusif terhadap efektivitas membaca.  

Interes terhadap Materi Bacaan; Perhatian Anda terhadap apa yang sedang dibaca mungkin mempengaruhi berapa cepat dan dengan tingkat pemahaman bagaimana Anda membaca. Jika membaca suatu topik yang sangat menarik, Anda akan membaca lebih cepat dan mengerti lebih baik dibandingkan dengan jika membaca sesuatu yang kurang atau bahkan tidak manarik.  

Latar Pengetahuan; Pegetahun Anda tentang topik tertentu menentukan berapa baik Anda akan dapat membacanya. Misalnya saja Anda mendapat tugas membaca paragraf dari pertengahan buku teks pengantar botani. Jika Anda telah mendapatkan pelajaran yang lengkap di bidang botani, paragraf-paragraf itu akan probabel dapat dipahami dan cukup mudah dibaca. Sebaliknya, jika Anda tidak pernah belajar botani, hal itu perlu dibaca sangat lambat dan mungkin harus berhenti untuk melihat istilah dan konsep yang tidak dikenal.  

MENYESUAIKAN KECEPATAN DENGAN TUJUAN BACA 

Tujuan baca merupakan faktor sangat penting berkaitan dengan kecepatan dan pemahaman baca dan melibatkan pula hakikat bahan dan pendekatan pembaca terhadap materi itu. Jika Anda sedang membaca majalah untuk hiburan, tujuan Anda berbeda dari ketika Anda membaca bab buku teks untuk persiapan ujian. Jika melembari halaman-halaman surat kabar, tujuan Anda berbeda dari tujuan ketika Anda membaca puisi untuk kelas sastra.

Kecepatan baca ditentukan oleh tujuan baca. Ada empat tipe dasar membaca bahan cetakan, terentang dari baca-analisis yang sangat lambat kepada baca-sekilas yang sangat cepat. Masing-masing tipe berhubungan dengan suatu jenis bahan bacaan tertentu, tujuan yang pasti, dan dilakukan dalam kecepatan tertentu pula.
Semua itu diikhtisarkan dalam bagan berikut.  

Jenis Bacaan

Rentang Kecepatan

Tujuan Baca

 

Tipe Bacaan

Membaca

Analitis

Di bawah 100 kpm

Pemahaman detail: analisis, evaluasi, dan kritik

Puisi, tulisan argumentatif

Membaca Studi

150-250 kpm

 

Pemahaman dan pengingatan tinggi

Buku teks, laporan penelitian

Membaca Kasual

250-400 kpm

Pemahaman sedang terhadap ide pokok, hiburang, senang-senang, info umum

Novel, surat kabar, majalah

Membaca Cepat

 

Lebih cepat dari membaca senggang

Pengikhtisaran bahan, menemukan secara cepat tempat fakta khusus

Bacaan referensi, majalah, novel, nonfiksi

PROSEDUR MENYESUAIKAN KECEPATAN BACA 

Pada bagian terdahulu sudah dibicarakan berbagai variabel yang mempengaruhi kecepatan baca. Bagian berikut menjelaskan bagaimana membuat Anda waspada terhadap kompleksitas kecepatan baca dan bagaimana mengetahui indikasi bahwa proses peningkatan kecepatan baca itu telah terjadi. Kini karena telah familier dengan berbagai variabel, Anda dapat mulai menyesuaikan kecepatan baca Anda dengan berbagai kebutuhan dan berbagai tujuan. Berikut prosedur atau langkah demi langkah yang dapat Anda ikuti untuk membantu membangun kebiasaan membaca cepat. Prosedur ini menuntut Anda untuk mengikuti langkah demi langkah secara lengkap sebelum mulai membaca.  

1.  Pilih waktu dan tempat untuk membaca yang akan membantu Anda bisa lebih konsentrasi. Pilih saat-saat ketika sangat siaga dan kondisi pikiran Anda kondusif untuk belajar. 

2.  Lakukan prabaca terhadap bahan. Saat memprabaca, ukur tingkat kesukaran gaya dan isi tulisan. Apakah di sana banyak dijumpai kata-kata sulit? Apakah kalimatnya panjang dan kompleks? Apakah bahannya aktual? Berapa banyak informasi yang sesuai dengannya yang Anda miliki?

3.  Rumuskan semua tujuan baca Anda. Tujuan baca Anda akan menentukan tingkat pemahaman dan tingkat peretensian yang dikehendaki. Apakah Anda membaca untuk senang-senang, menenukan fakta-fakta, atau membaca bab suatu buku teks untuk persiapan ujian?

4. Tentukan berapa kecepatan yang tepat untuk membaca bahan khusus itu.

5.  Setelah Anda selesai membaca satu halaman suatu bahan bacaan, berhentilah dan lakukan evaluasi. Apakah Anda memahami dan dapat mengingat apa yang dibaca? Dapatkan Anda mengikhtisarkan ide-ide itu dengan kata-kata sendiri?  

MENGUKUR KECEPATAN BACA 

Kini Anda telah menyadari bahwa jenis bahan yang dibaca dan bagaimana memperlakukannya menentukan, dalam hal tertentu, kecepatan baca. Meskipun mengukur kecepatan kaca itu kompleks, umumnya mahasiswa menghendaki ide tentang apakah mereka termasuk pembaca cepat atau lambat, atau sekurang-kurangnya ingin mengetahui apakah mereka di atas atau bawah rata-rata. Hal itu menjadi mungkin untuk mengukur kecepatan baca jika menggunakan jenis bahan bacaan khusus dan pembaca telah memiliki tujuan khusus dalam pikirannya.

Jika kembali melihat ke belakang, Anda dapat melihat bahwa kecepatan baca bacaan masing-masing dapat diukur. Sebelum mulai mengukur kecepatan pada masing-masing tipe, Anda perlu mengetahui bagaimana menghitung jumlah kata per menit, sebagai unit yang digunakan untuk menghitung pengukuran kecepatan baca.

Bagaimana prosedur umum mengukur kecepatan baca analitis; mengukur kecepatan baca studi; mengukur kecepatan baca kasual dan; mengukur kecepatan membaca cepat seperti untuk memahami ide pokok, hiburan, senang-senang, atau gambaran umum suatu bacaan. 

MENGHITUNG JUMLAH KATA 

Berikut prosedur mengukur kecepatan baca pada umumnya.  

1.   Setelah memilih satu bagian dari buku atau suatu artikel, hitunglah jumlah kata dalam tiga baris. Kemudian dibagi tiga. Bulatkan pada bilangan yang paling mendekati jumlah keseluruhan. Hal ini akan merupakan rata-rata jumlah kata per baris.

2.   Hitung jumlah baris dari artikel atau buku (atau satu halaman jika panjang bacaan itu lebih dari sehalaman). Kalikan jumlah kata per baris dengan jumlah baris. Hal itu akan merupakan estimasi yang lebih fair tentang jumlah keseluruhan kata.

3.   Saat membaca, gunakan jam yang memiliki penunjuk detik. Catat menit dan detik saat Anda memulai membaca (4:20:18). Mulailah membaca pada saat penunjuk detik menjelang angka dua belas. Catat waktu Anda menyelesaikan membaca. Kurangkan waktu Anda mulai terhadap waktu menyelesaikan.

4.   Bagi jumlah waktu baca oleh jumlah kata. Untuk menghitung waktu baca, bulatkan waktu baca dalam detik pada perempat menit terdekat lalu bagi. Misalnya, jika total waktu baca Anda 3 menit 12 detik, maka dibulatkan menjadi 3.25 menit kemudian bagi. Hasilnya merupakan angka kata per menit.  

Contoh:

Jumlah kata dalam 3 baris: 23

Dibagi 3 dan dibulatkan: 23/3 = 7.75 = 8

Jumlah baris dalam bacaan: 120

Kalikan jumlah kata perbaris dengan jumlah baris: 8*120 = 960 kata.

 

Kurangi waktu menyelesaikan: 1:13:22

dengan waktu memulai: 1:05

                        -------------------

8 menit 22 detik

 

Bulatkan pada per empat menit terdekat: 8 setengah menit

Bagi jumlah kata dengan waktu baca: 960/8.5 = 112 + suatu pecahan (kecepatan baca).  

Mengukur Kecepatan Baca Analitis 

1.   Pilih sebuah puisi atau paragraf dari essai yang rumit  dalam suatu buku teks, atau pilih sebuah deskripsi yang digarap sangat rumit dari buku teks yang lain, atau petik sebuah bahan diskusi yang mengangkat issue yang kontroversial yang Anda rencanakan akan dianalisis secara cermat. (Sebuah puisi karya W. S. Rendra yang berjudul Kenapa Kau Taruh.................. telah disiapkan untuk keperluan itu).

2.   Hitung jumlah kata, baca bahan itu, tentukan waktu, dan hitung skor jumlah kata per menit. Catat kpm dalam bagan 1 pada bagian lain.

3.   Cek tingkat pemahaman, silakan sekarang Anda tulis paper analitis dan tanggapan Anda terhadap apa yang sudah dibaca?   
 

Kenapa Kautaruh.......

 

(1)  Kenapa kau taruh mawar-mawar berduri

di atas susumu?

Suatu pemandangan yang luar biasa.

Tapi kenapa?

(2)"Aku taruh mawar-mawar berduri

sebagi protes kepada wartawan."

Sejak aku meninggalkan Rangkasbitung

dan lalu menjadi None Jakrta,

para wartawan potret

suka mengincar dadaku.

Selanjutnya selama berminggu-minggu

setiap koran dan majalah

keranjingan dadaku

Bahkan sebuah majalah yang mabuk

memuat seabrek gambar dadaku

dengan diiringi syair yang berjudul:

"Bernaung dibawah dadamu,

ini namanya inflasi susu!"

(3) "Ini terlalu!

Ada banyak masalah wanita

kecuali dadanya.

Para buruh wania masih kurang terjamin haknya.

Metode keluarga berencana

terlalu mengorbankan wanita.

Wanita nakal disebut tuna susila.

Lelaki nakal disebut Sang Arjuna.

Surat izin usaha penerbitan

bukan sekedar nasi goreng di pinggir jalan.

Di dunia ini banyak mulut diplester.

Dan ia yang boleh bicara,

bukan membela mereka

yang dianggap sampah jalanan

tetapi malah ngomyang tentang dada dan paha.

(4) Oplah! Oplah! Omset! Omset!

Sehari suntuk

begitu saja ngelindurnya penerbitan.

Terkepung materialisme

bukannya mengerahkan daya sukma.

Dihadang pantat pasar

bukannya mengerahkan daya cipta

Tapi malahan molor air liurnya.

Otak mabuk hilang akalnya.

Kayak dunia materi tidak ada positifnya.

Memangnya materi tidak bisa ngongkosi martabat?

(5) Bukankah pasar tidak sekedar

punya perut dan pantat?

Bukankah ia juga ada otaknya?

Dan otaknya bukankah juga perlu mutu?

Oplah! Oplah! Omset! Omset!

Dasar wawasannya cuma sampai di situ!

(6) "Dan kalau oplahnya sudah besar,

wartawan-wartawannya bergaya sok kuasa.

Bersikap sak enaknya

terhadap wanita dan orang swasta.

Coba terhadap penggede yang berkuasa!

"Mawar-mawar berduri di dadaku ini

adalah protes bagi martabat manusia."

(7) Maaf, Nak, None Jakata,

yang tahu-tahu berasal dari Rangakasbitung.

Aku sudah tua.

Masuk laut kena garam,

masuk kuali kena asam.

Itu mawar-mawar berduri

ditaruh di situ itu,

jangan-jangan malah membuat salah sangka.

(8) "Terhadap wanita lelaki selalu salah sangka.

Wanita cantik disangka sekadar pemandangan.

None Jakarta disangka kue ulang-tahun

yang bisa diiris dan dibagi-bagi.

Kewanitaan dan kecantikanku

selalu menjadi beban.

Sekarang aku akan mengubahnya

sehingga menjadi alat perjuangan.

Tidak sekedar mawar-mawar berduri.

Aku pun memelihara dengan teliti

kuku-kuku yang sedang panjangnya.

Bukan sekadar hiasan kecantikan

tetapi senjata yang bisa mencakar.

(9) Wahai, adik dengan mawar berduri.

Untukmu aku berdoa.

Bagaimanapun kuat hatimu,

rasa cemasku tetap ada.

Kami rakyat kecil, cuma bisa berdoa.

(10)  Wahai, para ibu dan mbakyu-mbakyu,

selalu berdoa tidak ada jeleknya.

Keadilan alam yang akan menjelma

dalam rezeki, hidup-mati, dan jodoh kita,

memang atas kehendak Yang Mahakuasa.

Kita hanya bisa bertakwa.

Tetapi keadilan di dalam masyarakat,

kita menusia harus menciptakannya.

(11) "Di dalam rimba tidak ada hak

yang ada cuma kepastian.

Tetapi di Jakarta, atau di mana saja

manusia hidup bersama

setiap orang harus ada haknya,

biarpun ia lemah, miskin, berdosa,

atau wanita.

Begitulah keadilan antarmanusia.

Jalanan kota Jakarta berdebu.

Setiap kemegahan menciptakan kekumuhan.

Setiap kejayaan menciptakan gelandangan.

Begitulah selalu akan terjadi

bila pembangunan berjalan

tanpa keadilan

(12) "Mawar-mawar berduri di dadaku,

ada juga ini kuku-kuku,

adalah bahasa untuk berkata:

Janganlah ada orang yang mengangkangi hak

hanya untuk dirinya.

Sebab biarpun aku wanita

aku menolak untuk tidak berdaya

Aku menolak

untuk sekedar melelehkan air mata.

Aku punya duri.

Aku punya kuku.

(13)  Buah hatiku,

indung-indung disayang.

Setangkai wawar berduri

di atas dada kekasihku

menimbulkan rasa terkesiap

di dalam kalbu

(14) "Abang kekaksihku.

Cintaku manap.

Untukmu seorang tertancap.

Tetapi setangkai mawar berduri ini

adalah lambang kedaulatanku.

 

Bojong Gede, 6 Nopember 1990 

Mengukur Kecepatan Baca untuk Studi 

Pilih bacaan pilihan dari salah satu buku teks yang belum Anda baca akan tetapi diperkirakan akan ditugaskan. Asumsikan bahwa Anda harus lulus dalam ujian akan datang pada mata kuliah itu. Kemudian, ikuti langkah 2 dan 3 yang telah dijelaskan pada Tes Baca Analitis yang lain. 

Mengukur Kecepatan Baca Kasual 

Pilih sebuah pilihan berupa beberapa halaman dari novel yang sedang Anda baca atau beberapa halaman artikel majalah yang menarik. Bacalah sekedar untuk menikmati atau untuk mendapatkan informasi umum. Kemudian hitung kpm Anda, lalu catat dalam bagan 1 yang tersedia (Contoh artikel surat kabar berikut dapat Anda gunakan untuk keperluan itu.)  

Metro Bandung

Kesibukan Anak-Anak

Kurangi Dampak Televisi

                                    

Terlalu banyak menonton televisi menjadi salah satu kambing hitam bagi kenakalan anak-anak. Terutama tayangan tayangan yang menampilkan kekerasan, yang diduga mudah diadaptasi anak-anak dalam kehidupan sehari-hari.

Itu berdasarkan hasil-hasil penelitian dan survey yang pernah dilakukan. Dan begitupun dengan penelitian yang dilakukan Stanford University. Penelitian ini membuktikan hubungan antara paparan media (elektronik) dan perilaku masa kanak-kanak.

Namun berbeda dengan penelitian lainnya yang tidak memberikan jalan pemecahannya. Penelitian kali ini, menunjukkan bahwa kasus-kasus ini masiih bisa dimodifikasi. Artinya, hubungan antara menonton televisi dan agresivitas anak-anak masih bisa diperbaiki dengan penanganan tertentu.

Para peneliti mencoba melihat apakah program sekolah, yang mendorong dikuranginya waktu menonton televisi dan bermain video game, mampu membuat anak-anak sekolah dasar menjadi kurang agresif. Hasil penelitian itu, telah dipublikasikan dalam Archives of Pediatrics and Adolescent Medicine edisi Januari.

Dalam penelitian di satu sekolah, 120 anak tidak menerima intervensi dan berlaku sebagai kelompok kontrol. Di sekolah lain, 105 anak menerima 18 pelajaran, selama 30 hingga 50 menit selama 6 bulan. Pelajaran yang cukup banyak itu diberikan untuk mengurangi penggunaan televisi, videotape, dan video game.

Hasilnya menunjukkan, anak-anak melaporkan waktu rata-rata menonton televisi sekitar 15 jam, 5 jam menonton videotape, dan bermain video games selama 3 jam seminggu.

 

 

Jumlah itu menurun sekitar sepertiganya pada akhir penelitian, menjadi rata-rata sekitar 9 jam menonton TV, 3 jam menonton video, dan 1 jam untuk bermain video game.

Yang menjadi penguji adalah teman-teman mereka sendiri. Anak-anak diminta mengukur keagresifan teman sekelasnya pada permulaan penelitian tersebut di bulan September 1996, dan pada akhir penelitian bulan April berikutnya. Mereka harus mengidentifikasi beberapa hal seperti siapa yang memulai perkelahian atau yang sering berkata, "Berikan itu padaku." (teriakan yang biasa terjadi bila anak-anak saling berebut).

Di awal penelitian, anak-anak yang melaporkan agresi hampir sama di dua sekolah tersebut. Namun, pada akhir penelitian, terdapat sekitar 25 persen lebih sedikit laporan seperti itu di antara para peserta yang mendapat intervensi (pelajaran lebih banyak) dibandingkan dengan kelompok kontrol.

Para peneliti juga mengukur beberapa perubahan dalam agresi verbal dan fisik, dengan secara teratur meneliti perilaku di tempat bermain dari subkelompok sekitar 50 peserta pada setiap sekolah. Pada akhir penelitian, terdapat lebih sedikit insiden dalam kelompok yang menerima intervensi dibandingkan dengan kelompok kontrol.

Meski telah menunjukkan kemungkinan salah satu pemecahan agresivitas anak-anak, penelitian ini diakui masih mempunyai beberapa kelemahan. Seperti hanya melibatkan dua sekolah saja, isi program dan permaianan yang ditonton anak-anak tidak ikut dinilai (apakah mengandung kekerasan atau tidak), dan juga tidak ada hasil yang dapat memperkirakan apakah penurunan agresivitas yang terlihat dalam penelitian ini bisa bertahan lama atau tidak.

Walaupun demikian, setidaknya kita tahu bahwa efek-efek kekerasan di televisi pada anak-anak sebenarnya dapat disembuhkan, dan tidak ada kata terlambat untuk itu.

 

Metro Bandung, hal 7, 27 Jauari 2001

Mengukur Kecepatan Baca Membaca Cepat 

Kecepatan membaca cepat tidak dapat benar-benar dihitung secara akurat dan fair dalam istilah kata per menit. Ketika membaca untuk menemukan lokasi fakta-fakta khusus, misalnya, Anda sesungguhnya tidak benar-bernar membaca dan memahami apapun. Supaya Anda dapat menemukan, Anda hanya membaca bagian-bagian tertentu, serta melompati bagian lain. Atau ketika Anda membaca untuk mendapatkan gambaran suatu artikel, Anda akan membaca secara pilih --hanya membaca bagian kunci dari artikel dan melampaui sisanya. Betapun, membaca cepat akan sunguh sangat cepat, lebih cepat dari situasi membaca kasual.Teknik dan prosedur membaca cepat akan disajikan dalam Bab 18 Kapan Anda Tak Perlu Baca Apa pun. 

MENGINTERPRETASIKAN HASIL PENGUKURAN KECEPATAN BACA 

Jika kecepatan baca Anda di bawah rata-rata untuk salah satu atau lebih jenis membaca, tetapi tidak di bawah rata-rata keseluruhan, atau jika kecepatannya mendekati kesamaan pada masing-masing kesempatan, disarankan bahwa Anda jangan mengubah kecepatan untuk menyelaraskan dengan tujuan dan tipe bahan.

Jika kecepatan berada di bawah baris untuk masing-masing tipe membaca, ini berarti Anda termasuk pembaca yang lambat. Dalam proses membaca, membaca lambat lebih sering sebagai sebuah simptom atau gejala tinimbang sebuah penyebab.
Suatu kecepatan rendah dalam membaca seperti panas dan demam pada pilek. Panas dan demam bukan menyebab pilek; itu lebih sebagai gejala yang menjadikan Anda tahu bahwa sedang pilek. Persamaannya, kelambatan dalam membaca biasanya karena ada sesuatu yang salah. Problem umumnya adalah dalam memahami --Anda memiliki kesulitan dalam memahami apa yang dibaca. Jika kecepatan baca Anda rendah, jangan menyederhanakannya dengan membaca lebih cepat. Lebih baik kerja di bidang penyebab --ketrampilan memahami. Fokus tentang mengembangkan ketrampilan memahami disajikan dalam Keterampilan Memahami. 

RANGKUMAN 

Bab ini ditujukan untuk menjawab pertanyaan apa itu kecepatan baca dan cara pengukurannya. Kecepatan baca dipengaruhi oleh banyak variabel, yang secara garis besar ada dua kategori  --variabel penulis  dan variabel pembaca.

Variabel-variabel penulis
  merujuk pada semua ciri penggunaan bahasa tulis yang mempengaruhi tingkat kesulitan bahan bacaan. Di antara variabel-variabel penulis yang sangat penting adalah panjang kalimat, kesukaran kosa kata, dan komplesitas ide-ide. Setiap variabel itu pasti mempengaruhi kecepatan baca ketika Anda membaca satu bacaan tertentu. Meskipun Anda tidak bisa berbuat apa-apa untuk mengubah gaya yang dimiliki seorang penulis, Anda dapat mengubah pendekatan dalam membaca bahan itu. Anda dapat dengan sangat hati-hati mengurangi kecepatan atau mempercepat sesuai dengan tipe bahan bacaan yang Anda baca.

Variabel-variabel pembaca
 merujuk pada karakter, ketrampilan, dan kebiasaan yang berpengaruh terhadap kecepatan baca Anda. Di antara variabel-variabel yang sangat penting adalah tingkat penguasaan kosa kata, tingkat pemahaman, kondisi fisik dan mental, minat, dan kedekatan Anda terhadap subjek.

Selain kedua variabel itu, variabel penulis
 dan variabel pembaca, yang secara langsung mempengaruhi kecepatan baca, faktor ketiga juga menentukan berapa cepat Anda membaca --tujuan Anda membaca. Bergantung pada jumlah dan jenis informasi yang harus Anda ingat, kecepatan baca Anda sebaiknya berfluktuasi. Kecepatan baca Anda ditentukan oleh jenis bacaan dan tujuan baca seperti tampak berikut. 

Membaca Analitis membaca untuk memperoleh pemahaman detail:   analisis, evaluasi, dan kritik, seperti pada puisi, tulisan argumentatif (di bawah 100 kpm)

Membaca Studi membaca untuk memperoleh pemahaman dan    pengingatan tinggi, seperti membaca buku teks, laporan penelitian (150-250 kpm)

Membaca Kasual membaca untuk pemahaman sedang terhadap ide pokok,  hiburan, senang-senang, info umum, seperti membaca novel, surat kabar, majalah (250-400 kpm)

Membaca Cepat membaca untuk membuat pengikhtisaran bahan,  menemukan secara cepat tempat fakta khusus, seperti ketika membaca bacaan referensi, majalah, novel, nonfiksi (lebih cepat dari membaca kasual).
 

 

 


Email:

daudp65@yahoo.com

 



Copyright © 2009. All rights reserved.