daudp65  home page!  
Welcome and joint us!
 Home 
     

BAGIAN TIGA

 

12. Member Garis Bawah dan Menandai Buku Teks


Anda dapat menggunakan bab ini untuk:
 

  • Mempelajari agar belajar dan mereview lebih mudah dengan cara memberi garis bawah dan menandai buku teksyang dibaca

Seperti kita maklumi bersama, sebagian besar waktu belajar di PT akan kita habiskan untuk mengerjakan tugas membaca. Karena itu menyelesaikan tugas membaca menjadi sebuah pekerjaan besar. Pernahkah Anda terpaksa harus membaca kembali sejak awal semua bab buku teks  sementara sudah memasuki waktu ujian?

PROBLEM MEREVIEW BUKU TEKS

Coba bayangkan andaikan saja Anda sekurang-kurangnya harus empat jam membaca secara cermat  sebanyak empat puluh halaman dari suatu bab untuk satu mata kuliah. Asumsikan saja buku teksitu memiliki sepuluh bab yang masing-masing terdiri dari empat puluh halaman. Untuk satu buku teks saja akan menghabiskan waktu sebanyak 40 jam, untuk menyelesaikan membaca keseluruhan buku teks itu.

Bayangkan instruktur Anda akan memberikan ujian akhir yang akan meliputi keseluruhan buku teks
 itu. Jika hanya itu yang Anda persiapkan untuk menghadapi ujian akhir yakni mengulang keseluruhan buku teks, dengan mengabaikan hal lain Anda habiskan 40 jam untuk mempelajari bahan ujian itu; tetapi dengan satu tambahan membaca yang demikian tidak  dijamin Anda akan lulus dalam ujian itu.

Ada sejumlah teknik yang dapat Anda gunakan untuk mereview dan mempelajari bab buku teks
 secara tepat pada saat akan ujian. Anda telah memberi garis bawah dan menandai fakta-fakta serta ide-ide penting ketika Anda pertama kali membaca bab itu. Karena itu, ketika akan mereview, Anda hanya perlu membaca dan mempelajari apa-apa yang telah ditandai saja. Jika Anda Anda telah menandai atau menggarisbawahi 15 sampai dengan 20 persen bahan dalam bab itu, Anda bisa memangkas waktu baca ulang 80 sampai dengan 85 persen, atau kurang lebih 32 jam! Sudah barang tentu, untuk membuat persiapan ujian yang baik, Anda perlu mereview  selain membaca ulang, tetapi Anda juga harus menyisakan waktu yang bisa digunakan dengan cara belajar lain.

BAGAIMANA CARA MENGGARISBAWAHI BUKU TEKS

Untuk mempelajari bagaimana menggarisbawahi buku dengan efektif, mulai dengan petunjuk berikut:

Pertama: baca lalu garis bawahi. Pada saat Anda pertama kali mengembangkan ketrampilan menggarisbawahi, lebih baik, pertama baca satu paragraf atau bagian pertama, kemudian kembali ke awal dan garis bawahi apa-apa yang penting untuk diingat dan direview. Akhirnya, jika sudah lebih trampil, Anda bisa menggarisbawahi sambil membaca.

Baca heding yang dicetak tebal. Heding itu sebagai label, atau meliputi keseluruhan topik, tentang apa isi bagian itu. Gunakan heding untuk membentuk pertanyaan yang diharapkan bisa dijawab dalam bagian itu.

Jika Anda sudah membaca bagian itu, kembali dan garis bawahi bagian-bagian yang merupakan jawaban atas pertanyaan Anda tadi. Jawaban itu akan berupa bagian-bagian kalimat yang mengungkapkan ide pokok, atau pikiran yang penting, dalam bagian itu. Dalam membaca dan menggarisbawahi bagian berikut, Anda bisa membentuk satu pertanyaan dan memberi garis bawah seperti tampak berikut.  

Pertanyaan: Bagaimana pengertian komunikasi itu? 

PENGERTIAN KOMUNIKASI 

Istilah komunikasi atau dalam bahasa Inggris communication berasal dari kata Latin communicatio, dan bersumber dari kata communis yang berarti sama. Sama di sini maksudnya adalah sama makna. Jadi, kalau dua orang terlibat dalam komunikasi, misalnya dalam bentuk percakapan, kumunikasi akan terjadi atau berlangsung selama ada kesamaan makna mengenai apa yang dipercakapkan

Akan tetapi pengertian komunikasi yang dipaparkan di atas sifatnya dasariah, dalam arti kata bahwa komunikasi itu minimal harus mengandung kesamaan makna antara dua pihak yang terlibat. Dikatakan minimal, karena kegiatan komunkikasi bukan hanya informatif, yakni agar orang lain mengerti dan tahu, tetapi juga persuasif, yaitu agar orang lain bersedia menerima suatu faham atau keyakinan; melakukan sesuatu perbuatan atau kegiatan, dan lain-lain. 

Menurut Caral I. Hovland, ilmu komunikasi adalah: upaya yang sistematis untuk merumuskan secara tegar asas-asas penyampaian informasi serta pembentukan pendapat dan sikap.

------- Onong, Ilmu Komunikasi: Teori dan Praktik, 1984: 11

Ketika Anda mengidentikasi dan menggaribawahi ide-ide pokok, cari fakta-fakta penting yang menjelaskan atau mendukung ide pokok itu dan garis bawahi hal itu.

Ketika menggarisbawahi ide pokok dan detail, jangan menggarisbawahi kalimat itu secara lengkap. Garis bawahi secukupnya saja sehingga Anda dapat melihat apa yang penting-penting dalam bagian itu dan dengan demikian garis bawah ini memiliki makna ketika Anda membaca ulang. Perhatikan bagaimana ketika hanya kata kunci dan frase yang digarisbawahi dalam contoh berikut:
 

Keputusan manajerial dilakukan oleh seorang manajer tertinggi. Biasanya hanya bersifat garis besar, tidak khusus, dan mujarad. Keputusan yang niskala itu sangat mendasar, strategis, padu, dan menyeluruh. Keputusan untuk menetapkan strategi organisasi, rencana induk, kebijaksaaan umum, pola umum mengenai sistem kerja, dan program organisasi merupakan beberapa contoh keputusan manajerial yang pokok. Setiap keputusan ini harus diterjemahkan dan dijabarkan hingga menjadi pedoman pelaksanaan yang merupakan keputusan eksekutif.

-------- Komarudin, Manajemen Kantor: Teori dan Praktik, 1985: 37 

ASPEK-ASPEK YANG EFEKTIF DIGARISBAWAHI 

Agar menggarisbawahi dengan efektif dan berguna bagi Anda ketika belajar dan mereview,  perlu mengikuti empat petunjuk khusus: (1) jumlah informasi yang digarisbawahi harus pas, (2) garis bawah harus teratur dan konsisten, (3) harus akurat, dan (4) harus jelas mencerminkan isi bacaan. Contoh untuk setiap prinsip tersaji berikut: 

Jumlah yang Digarisbawahi Tepat 

Para mahasiswa sering berbuat salah dalam menggarisbawahi, kadang terlalu banyak atau terlalu sedikit. Jika memberi garis bawah terlalu banyak, Anda akan terlalu lama membaca ulang ketika belajar. Jika yang digarisbawahi terlalu sedikit, Anda tidak akan bisa menangkap makna dari yang digaribawahi itu ketika mereview. Untuk mendapatkan ide dari masing-masing kesalahn itu, pelajari bacaan berikut. 

Terlalu Banyak yang Digarisbawahi 

Pemulia harus mengenal dengan baik tanaman yang ditelitinya. Pada generasi-generasi yang masih bersegregasi, beratus-ratus bahkan ribuan tanaman yang harus diseleksi, maka pemulia harus mempunyai pertimbangan keputusan yang cepat dan tepat untuk menilai secara visual daripada dengan pengukuran-pengukuran yang teliti. Pemulia harus memiliki perasaan untuk melakukan seleksinya dan memiliki kemampuan menilai pasar bagi tanman yang akan dikembangkannya. 

Nani, Hermiati, Pengantar Pemuliaan Tanaman, Universitas Pajajaran, 2000:45 

Terlalu Sedikit yang Digarisbawahi 

Pemulia harus mengenal dengan baik tanaman yang ditelitinya. Pada generasi-generasi yang masih bersegregasi, beratus-ratus bahkan ribuan tanaman yang harus diseleksi, maka pemulia harus mempunyai pertimbangan keputusan yang cepat dan tepat untuk menilai secara visual daripada dengan pengukuran-pengukuran yang teliti. Pemulia harus memiliki perasaan untuk melakukan seleksinya dan memiliki kemampuan menilai pasar bagi tanman yang akan dikembangkannya. 

Hermiati, Pengantar Pemuliaan Tanaman, Universitas Pajajaran, 2000:45 

Garis Bawah yang Efektif 

Pemulia harus mengenal dengan baik tanaman yang ditelitinya. Pada generasi-generasi yang masih bersegregasi, beratus-ratus bahkan ribuan tanaman yang harus diseleksi, maka pemulia harus mempunyai pertimbangan keputusan yang cepat dan tepat untuk menilai secara visual daripada dengan pengukuran-pengukuran yang teliti. Pemulia harus memiliki perasaan untuk melakukan seleksinya dan memiliki kemampuan menilai pasar bagi tanaman yang akan dikembangkannya. 

Hermiati, Pengantar Pemuliaan Tanaman, Universitas Pajajaran, 2000:45


Hampir semua kalimat pada paragraph pertama digarisbawahi. Untuk menggarisbawahi semua bacaan itu agar mendekati efektif jangan menggarisbawahi semuanya karena itu menandakan tidak terjadi penyortiran atau pembedaan antara informasi yang penting dengan yang tidak. Dalam paragraf kedua, hanya poin utama yang digarisbawahi, tetapi terlalu ringkas --detail mengenai hal itu tidak cukup. Garis bawah pada paragraf ketiga cukup efektif, ia mengidentifikasi ide pokok paragraf dan disertai detail yang memadai yang membuat ide pokok jelas dan dapat dimengerti.

Sebagai kaidah umum yang jempolan, coba garis bawahi tidak lebih dari seperempat sampai dengan sepertiga saja untuk setiap halaman. Hal itu akan variatif, tentu, sesuai dengan jenis dan tipe bahan bacaan. Berikut contoh penggarisbawahan lain yang dilakukan oleh seorang mahasiswa pertanian semester 6, Rindu N. Pamungkas, yang baik. Perhatikan secara tepat ia hanya menggarisbawahi sepertiga setiap paragraf.  

SELEKSI MASA 

Seleksi masa dilakukan pada populasi yang di dalamnya sudah ada beberapa tanaman homosigot. Biasanya berupa kultivar  lokal. Seleksi dilakukan pada sekelompok tanaman yang mempunyai kesamaan dalam penampakkan. Penilaian berdasarkan fenotipe kemudian dicampur tanpa diadakan uji keturunan. 

Pada prosedur seleksi massa, tanaman dipilihdan dipanen secara massa yang seragam untuk karakter-karakter kualitatif yang pewarisnya sederhana (simple genre), seperti warna atau pemaksaan yang perbedaan fenotifnya dapat dengan mudah dibedakan dan digunakan sebagai seleksi. Variasi genetik untuk sifat kuantitatif seperti hasil, ukuran atau kualitas, perbedaan fenotifiknya terlalu kecil untuk dapat dibedakan, dan sangat dipengaruhi oleh lingkungan. 

Walaupun disebut seleksi massa namun penilaian tetap dilakukan terhadap individu tanaman dengan sifat yang diinginkan. 

Seleksi bisa dilakukan satu generasi atau beberapa generasi berurutan sehingga diperoleh suatu populasi yang sifatnya sesuai dengan yang diinginkan. 

Seleksi massa  dapat dilakukan terhadap sifat-sifat yang ingin diperbaiki disebut seleksi massa langsung atau terhadap sifat-sifat yang secara genetik berhubungan (berkorelasi), disebut seleksi massa tidak langsung. Misalnya hasil biji berkorelasi positif dengan tinggi tanaman. Dengan diseleksi tinggi tanaman yang tinggi akan diperoleh hasil biji yang tinggi, dengan demikian ini mengambil keuntungan dari heritabilitas yang tinggi untuk karakter tinggi tanaman misalnya. 

Seleksi massa efektif dalam populasi bulk yang heterogisot dari spesies tanaman menyerbuk sendiri, merupakan metode yang cepat dan murah untuk meningkatkan frekuensi gen tertentu.  

Hermiati, Pengantar Pemuliaan Tanaman, 2000:38 

LATIHAN 

Petunjuk: Perhatikan beberapa teks berikut. Identifikasi teks yang bergaris bawah terlalu banyak, terlalu sedikit, atau teks yang diberi garis bawah dengan baik. Tuliskan jawabannya pada garis yang tersedia! 

  1. Pola umumnya adalah bahwa anak-anak meninggalkan sekolah untuk sementara di masa panen, dan ketika kembali ke sekolah ia menemukan dirinya sudah ketinggalan teralu jauh untuk bisa mengikuti pelajaran lebih lanjut. Rata-rata sekolah di Indonesia tidak ditata untuk memberikan perhatian secara individual terhadap  murid, sehingga setelah sekali dua menghadapi pengalaman yang tidak menggairahkan yang mungkin karena memang tidak punya selera lagi untuk belajar, anak lalu meninggalkan sekolah selama-lamanya. Penyelidikan yang manapun menyimpulkan hanya kecil kemungkinan bahwa kebosanan, tidak adanya kemajuan dan jeleknya cara mengajar merupakan penyebab utama putus sekolah.

    Beeby, Pendidikan di Indonesia, 1982:178-179

  1. Pola umumnya adalah bahwa anak-anak meninggalkan sekolah untuk sementara di masa panen, dan ketika kembali ke sekolah ia menemukan dirinya sudah ketinggalan teralu jauh untuk bisa mengikuti pelajaran lebih lanjut. Rata-rata sekolah di Indonesia tidak ditata untuk memberikan perhatian secara individual terhadap  murid, sehingga setelah sekali dua menghadapi pengalaman yang tidak menggairahkan yang mungkin karena memang tidak punya selera lagi untuk belajar, anak lalu meninggalkan sekolah selama-lamanya. Penyelidikan yang manapun menyimpulkan hanya kecil kemungkinan bahwa kebosanan, tidak adanya kemajuan dan jeleknya cara mengajar merupakan penyebab utama putus sekolah.

    Beeby, Pendidikan di Indonesia, 1982:178-179

  1. Pola umumnya adalah bahwa anak-anak meninggalkan sekolah untuk sementara di masa panen, dan ketika kembali ke sekolah ia menemukan dirinya sudah ketinggalan teralu jauh untuk bisa mengikuti pelajaran lebih lanjut. Rata-rata sekolah di Indonesia tidak ditata untuk memberikan perhatian secara individual terhadap  murid, sehingga setelah sekali dua menghadapi pengalaman yang tidak menggairahkan yang mungkin karena memang tidak punya selera lagi untuk belajar, anak lalu meninggalkan sekolah selama-lamanya. Penyelidikan yang manapun menyimpulkan hanya kecil kemungkinan bahwa kebosanan, tidak adanya kemajuan dan jeleknya cara mengajar merupakan penyebab utama putus sekolah.

    Beeby, Pendidikan di Indonesia, 1982:178-179 

Mengembangkan Keteraturan dan Kekonsistenan dalam Sistem Pemberian Garis Bawah 

Pada saat mengembangkan ketrampilan menggarisbawahi buku teks , Anda perlu fokus pada petunjuk yang kedua sebagai berikut: tipe informasi apa yang akan digarisbawahi dan bagaimana menggarisbawahinya. Pertama, tentukan tipe informasi yang akan ditandai. Sebelum menandai, tentukan apakah Anda hanya akan menandai gagasan utamanya saja atau apakah Anda akan menandai gagasan utama dan penunjangnya. Anda juga perlu menentukan apakah akan menggarisbawahi atau menandai batasan istilah, jika ya bagaimana Anda akan membedakannya dengan informasi lain yang ditandai dalam paragraf itu. Kedua, penting untuk menggunakan dengan konsisten apapun sistem dan tipe garis bawah yang akan diterapkan yang memungkinan Anda mengetahui maksud garis bawah itu manakala Anda me-review-nya. Jika pada suatu saat Anda menandai penunjang dan gagasan utama dan pada kesempatan yang lain hanya menandai gagasan utamanya saja, pada saat mereview Anda tidak akan yakin apa yang ditandai dalam teks dan dengan cara apa, dan karenanya Anda akan dipaksa membaca ulang sebagian besar bahan bacaan.

Anda bisa memutuskan untuk mengembangkan suatu sistem yang membedakan antara gagasan utama
 dan gagasan penunjang, poin utama dan informasi pendukung. Ketika mereview garis bawah yang dikerjakan dengan cara itu, Anda akan segera tahu apa poin paling penting dari suatu paragraf atau bagian, dan Anda tidak akan berkubang dalam detail, kecuali jika Anda memerlukannya. Satu di antaranya Anda bisa menggunakan double garis bawah untuk poin-poin utama dan garis bawah tunggal untuk detail. Sistem lain bisa menggunakan tanda dalam kurung untuk poin utama dan garis bawah tunggal untuk rincian. Cara ketiga mungkin Anda bisa menggunakan garis bawah tunggal untuk keduanya yakni poin utama dan penunjang akan tetapi dengan meletakkan tanda contreng (v) atau tanda asterik (*) pada margin di samping gagasan utama.

Masing-masing paragraf berikut telah diberi garis bawah dengan menggunakan satu sistem yang dianjurkan. Anda akan bisa melihat paragraf itu berbeda dalam hal tipe tanda atas suatu informasi.
 

 

Versi 1

Dalam proses rekonsiliasi, salah satu ketakukan ialah mengingat apa yang terjadi. Kesediaan untuk memaafkan tidak mungkin terjadi tanpa mengingat apa yang terjadi dan mendengar penderitaan akibat tidak kekerasan. Sebagai generasi yang mengalami kompleksitas peristiwa 1965, tentu penting bagi generasi tua mengisahkan apa yang terjadi. Mendesak mendengar kisah korban peristiwa 1965, anggota PKI, mereka yang dituduh PKI, simpatisan PKI dan korban kekerasan lain

 

--Bambang A. Sipayung, Kisah Rekonsiliasi, Kompas, 28 Februari 2004: 5

 

 

Versi 2

Dalam [proses rekonsiliasi], [salah satu ketakukan ialah mengingat apa yang terjadi]. Kesediaan untuk memaafkan tidak mungkin terjadi tanpa mengingat apa yang terjadi dan mendengar penderitaan akibat tidak kekerasan. Sebagai generasi yang mengalami kompleksitas peristiwa 1965, tentu penting bagi generasi tua mengisahkan apa yang terjadi. Mendesak mendengar kisah korban peristiwa 1965, anggota PKI, mereka yang dituduh PKI, simpatisan PKI dan korban kekerasan lain

 

--Bambang A. Sipayung, Kisah Rekonsiliasi, Kompas, 28 Februari 2004: 5

 

 

*

Versi 3

Dalam proses rekonsiliasi, salah satu ketakukan ialah mengingat apa yang terjadi. Kesediaan untuk memaafkan tidak mungkin terjadi tanpa mengingat apa yang terjadi dan mendengar penderitaan akibat tidak kekerasan. Sebagai generasi yang mengalami kompleksitas peristiwa 1965, tentu penting bagi generasi tua mengisahkan apa yang terjadi. Mendesak mendengar kisah korban peristiwa 1965, anggota PKI, mereka yang dituduh PKI, simpatisan PKI dan korban kekerasan lain

 

--Bambang A. Sipayung, Kisah Rekonsiliasi, Kompas, 28 Februari 2004: 5

LATIHAN 3

Petunjuk: Baca setiap paragraf atau bacaan berikut kemudian garis bawahi gagasan utama  dan detail penting untuk masing-masing. Anda dipersilakan mencoba berbagai macam sistem penggarisbawahan untuk latihan berikut. 

1.

2

3

4

5

Menggaris Bawahi dengan Akurat 

Petunjuk ketiga dalam menandai buku teks  adalah kita harus yakin bahwa informasi yang diberi garis bawah itu menggambarkan keseluruhan paragraf atau bacaan. Dalam ketergesa-gesaan, mahasiswa sering tidak melihat gagasan utama  secara utuh yang diekpresikan dalam paragraf, tidak menangkap pernyataan yang krusial, atau salah menunjuk contoh atau mengkontraskan ide dengan ide utama. Baca paragraf dalam contoh berikut dan evaluasi akurasi pemberian garis bawahnya. 

Contoh: 

Dalam piramida terbalik, bahan tulisan (informasi) disusun sedemikian rupa sehingga pembaca memperoleh bagian terpentingnya segera pada awal tulisan. Materi disusun sesuai dengan urutan pentingnya: informasi makin ke bawah makin kurang penting, lebih banyak detail, sementara pokoknya sudah dimuat di atas.

     ----- Goenawan Mohammad, Seandainya Saya Wartawan Tempo, 1996: 53 

Dalam paragraf di atas, garis bawah mengindikasikan bahwa gagasan utama  paragraf adalah tulisan jenis piramida terbalik meletakkan bagian terpenting di awal tulisan. Paragraf dimulai dengan pernyataan bahwa dalam piramida terbalik bahan tulisan disusun sedemikian rupa agar pembaca memperoleh informasi terpenting pada awal tulisan. Kemudian, kalimat itu diikuti kalimat kedua sebagai penjelas yang berisi contoh atau detail, yakni informasi makin ke bawah makin kurang penting, lebih banyak detail. 

Garis Bawah yang Dibuat Dapat Dimengreti saat Mereview 

Ketika Anda menggarisbawahi, pertahankan di dalam pikiran petunjuk yang keempat, pastikan bahwa yang digaris bawahi benar-benar mencerminkan isi wacana sehingga dengan demikian akan bisa dengan mudah dibaca ulang dan direview. Coba garis bawahi secukupnya informasi pada setiap wacana yang mengungkap suatu gagasan. Coba rangkai frasa-frasa itu bersama-sama sehingga Anda merasa mengalir membacanya pada saat mereview.

Baca dua versi penggaris bawahan atas wacana yang sama berikut ini. Pemberian garis bawah yang manakah yang lebih mudah?
 

Versi 1 

Sebuah catatan kuliah yang baik harus memiliki tiga hal. Pertama, dan yang sangat penting, catatan kuliah mesti seumpama sebuah rekaman atau ringkasan poin-poin utama suatu perkuliahan. Kedua, catatan mesti memiliki detail dan contoh yang cukup sehingga Anda dapat mengingat kembali suatu informasi secara lengkap beberapa minggu kemudian. Akhirnya, catatan mesti, dalam beberapa hal, memperlihatkan secara relatif ide-ide penting yang disajikan dan mencerminkan organisasi perkuliahan.

 Versi 2 

Sebuah catatan kuliah yang baik harus memiliki tiga hal. Pertama, dan yang sangat penting, catatan kuliah mesti seumpama sebuah rekaman atau ringkasan poin-poin utama suatu perkuliahan. Kedua, catatan mesti memiliki detail dan contoh yang cukup sehingga Anda dapat mengingat kembali suatu informasi secara lengkap beberapa minggu kemudian. Akhirnya, catatan mesti, dalam beberapa hal, memperlihatkan secara relatif ide-ide penting yang disajikan dan mencerminkan organisasi perkuliahan.

Cara terbaik untuk mengecek apakah penggarisbawahan yang Anda lakukan dapat dimengerti saat mereview dengan cara hanya membaca ulang yang digarisbawahi saja. Jika bagian-bagian itu tidak jelas begitu Anda membacanya, Anda bisa memastikan akan jauh lebih kacau ketika Anda membaca ulangnya seminggu atau sebulan kemudian. Pastikan untuk membetulkan penggarisawahan yang tidak efektif di dalam satu paragraf sebelum Anda melanjutkan pada paragraf berikutnya.

Karena itu mungkin cukup berguna, pertama, gunakan pensil untuk menggarisbawahi. Lalu, jika garis bawah dalam suatu wacana perlu direvisi, Anda dapat melengkapinya lebih mudah dengan cara mengahapusnya.
 

TES PENGGARISBAWAHAN ANDA 

Ketika Anda belajar teknik menggarisbawahi, penting untuk mengecek untuk memastikan apakah penggarisbawahan itu cukup efektif dan akan bisa digunakan untuk tujuan mereview. Untuk mengecek efektivitas penggarisbawahan, ambil wacana yang sudah bergaris bawah dalam latihan 2 dan baca ulang hanya yang digarisbawahinya saja. Kemudian, tanya diri sendiri dengan pertanyaan-pertanyaan berikut: 

  1. Apakah garis bawah yang saya buat sudah memadai atau apakah informasi yang digarisbawahi terlalu banyak atau terlalu sedikit?

  2. Apakah saya sudah menggunakan sistem penggarisbawahan secara teratur dan konsisten?

  3. Apakah penggarisbawahan yang dibuat secara akurat mencerminkan maksud wacana?

  4. Ketika saya membaca ulang penggarisbawahan yang dibuat, apakah ia memberi saya kemudahan untuk mengikuti rangkaian pikiran atau apakah wacana itu seperti daftar istilah yang tidak saling berhubungan?

LATIHAN

Petunjuk: Kembali pada contoh bab dalam Apendiks. Anda boleh jadi sudah membaca contoh bab itu sebagai bahan latihan pada bab terdahulu. Sekarang baca (atau baca ulang) contoh bab itu dan beri garis bawah gagasan-gagasan utama serta detail penting bab itu. Jika telah selesai, test penggarisbawahan itu. Gunakan empat pertanyaan di atas untuk mengetesnya. Lakukan penggarisbawahan itu menjadi lebih konsisten, akurat, dan bisa dipahami. 

LATIHAN

Petunjuk: Pilih tiga sampai empat halaman dari buku teks yang Anda pakai. Baca bagian itu dan garis bawahi ide pokok, detail penting, dan istilah-istilah kunci yang diperkenalkan. Jika telah selesai, test hasil penggarisbawahan juga menggunakan empat pertanyaan di atas dan buat perubahan-perubahan yang memungkinkan penggarisbawahan itu meningkat. 

MENANDAI SEBUAH BUKU TEKS 

Ketika Anda sedang menggarisbawahi paragraf dan wacana sebagaimana dijelaskan di awal bab ini, Anda mungkin sudah merasa bahwa menggarisbawahi saja belum cukup, dalam banyak kasus, untuk membedakan antara gagasan utama  dan detail dan antara kedua dari terminologi baru. Anda mungin sudah melihat bahwa penggarisbawahan tidak dengan mudah memperlihatkan ide-ide yang relatif penting atau mengindikasikan keterkaitan antara fakta-fakta dan ide. Oleh karena itu, sering diperlukan untuk menandai, sebagaimana menggarisbawahi, pilihan yang sedang dibaca. Menandai bisa meliputi hal-hal berikut: 

  1. Menuliskan ringkasan baik berupa kata atau frasa pada margin

  2. Melingkari kata-kata yang tidak diketahui maknanya.

  3. Menandai definisi

  4. Memberi nomor daftar ide, kasus, alasan, dan lain-lain

  5. Meletakan tanda asterik (*) di bagian depan wacana penting

  6. Memberi tanda tanya (?) di bagian depan wacana yang memusingkan

  7. Menandai dengan catatan seperti "tanyakan pada instruktur", "baca ulang", atau "item ujian yang baik"

  8. Memberi tanda panah untuk memperlihatkan saling keterkaitan

  9. Membuat ringkasan dalam bentuk bagan atau diagram.

Dua versi dari paragraf yang sama disajikan berikut. Versi pertama hanya berisi penggrisbawahan, sementara pada versi kedua digunakan penggarisbawahan dan penandaan. Versi manakah yang lebih mudah menampilkan makna wacana.

 

Versi 1

 

 

Keempat aliran atau teori linguistik itu dikemukakan oleh Ferdinand de Sausure, yang menganut paham psikologi kognitif, behavioristik, dan pragmatik; yang dikemukakan dan dipelopori oleh Leonard Bloomfield, yang tampak menganut psikologi behavioristik; yang dikemukakan dan dipelopori oleh John Ruperth Firth, yang tampaknya menganut aliran pragmatistik; dan yang dikemukakan dan dipelopori oleh Noam Chomsky, yang tampak menganut paham kognitif. Keempat aliran itu mempunyai nama sendiri-sendiri sesuai dengan teori linguistiknya bukan psikologinya

 

------- Abdul Chaer, Psikolinguistik: Kajian Teoritik, 2003: 65

 

Versi 2

 

Oval: 4
Oval: 1
Oval: 3

Oval: 2
Keempat aliran atau teori linguistik itu dikemukakan oleh Ferdinand de Sausure, yang menganut paham psikologi kognitif, behavioristik, dan pragmatik; yang dikemukakan dan dipelopori oleh Leonard Bloomfield, yang tampak menganut psikologi behavioristik; yang dikemukakan dan dipelopori oleh John Ruperth Firth, yang tampaknya menganut aliran pragmatistik; dan yang dikemukakan dan dipelopori oleh Noam Chomsky, yang tampak menganut paham kognitif. Keempat aliran itu mempunyai nama sendiri-sendiri sesuai dengan teori linguistiknya bukan psikologinya

 

------- Abdul Chaer, Psikolinguistik: Kajian Teoritik, 2003: 65

Seperti dapat Anda saksikan, dalam versi kedua empat aliran teori lingustikt gampang diidentifikasi. Dengan memberikan penomoran pada setiap aliran menjadikannya segera dapat dilihat dan dibedakan dari yang lain dalam wacana. 

Menggunakan Kata Ringkas 

Menuliskan ringkasan kata atau frase dalam margin merupakan satu tipe penanda buku teks  yang amat bernilai. Cara itu meliputi merenggut ide bersama-sama dan meringkasnya dengan kata-kata sendiri. Proses menyarikan seperti ini memaksa Anda untuk memikirkan dan mengevaluasi ketika membaca dan membuat mengingatnya lebih mudah. Menuliskan frasa ringkas juga sebagai tes yang baik atas pemahaman Anda. Jika Anda tidak mampu membangun gagasan pokok suatu bagian dengan kata sendiri, Anda boleh jadi tidak mengerti dengan jelas bagian itu. Kenyataan ini dapat menjadi semacam peringatan dini bahwa mungkin Anda tidak bisa menyelesaikan satu pertanyaan tes atas bagian itu.

Untuk memberikan ilustrasi penandaan yang efektif atas frasa ringkas, contoh wacana berikut disertakan.
Pertama, baca keseluruhan wacana. Kemudian lihat pada margin petunjuk-petunjuk ringkasan. 

Contoh Wacana yang Ditandai dengan Petunjuk Ringkas 

berbagai prinsip hidup

Beberapa dekade ini kita melihat berbagai prinsip hidup yang menghasilkan berbagai tindakan manusia yang begitu beragam. Prinsip hidup yang dianut dan diyakini itu telah menciptakan berbaga tipe pemikiran dengan tujuannya masing-masing. Setiap orang terbentuk sesuai dengan prinsip yang dianutnya. Hasilnya bisa dianggap hebat, mengerikan, bahkan menyedihkan.

 

cara bunuh diri di AS dan Jepang

Di Jepang ada tujuan  harakiri, tatkala seseorang merasa bersalah atau putus asa ia akan menusukkan pedang Katana dan merobek bagian lambungnya kemudian mati perlahan. Jembatan Golden Gate di San Fransisco adalah tempat bunuh diri yang paling populer di Amerika Serikat yang begitu mengagungkan paham kapitalisme, sementara Uni Sovyet runtuh karena paham komunisme.

 

Paham Drucker

Paham Peter Drucker dalam bukunya Management by Objective ternyata hanya menghasilkan budak-budak materialis di bidang ekonomi, efisiensi, dan teknologi, tetapi hatinya kekeringan dan tidak memiliki ketentraman batin, ada ssuatu yang hilang. Lalu munculah aliran Thaoisme yang mengagungkan ketentramanan keseimbangan batin, tetapi menghasilkan manusia-manusia yang lari dari tanggungjawab ekonomi. Pemikiran Dale Carnagie yang sangat mementingkan arti sebuah  "penghargaan", begitu mempengaruhi jutaan orang di dunia dalam bertingkah laku, namun masih belum menyentuh sisi terdalam dari inti pemikiran, dan hasilnya adalah mendewakan penghargaan.

 

 

Ary Ginanjar Agustian, Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual, 2001: 20

Petunjuk ringkas sangat efektif digunakan dalam wacana yang mengandung gagasan yang panjang dan kompleks. Dalam hal ini secara sederhana kita tuliskan frasa ringkas pada margin tinimbang menggarisbawahi pernyataan entah itu yang berisi gagasan utama  atau penjelasnya yang panjang dan kompleks.

Untuk menuliskan sebuah petunjuk ringkas, coba pikirkan sebuh kata atau prase yang benar-benar akurat dalam format yang singkat atas satu gagasan tertentu yang dipresentasikan dalam sebuah wacana.
Kata ringkas harus menjadi "pemicu" ingatan Anda atas isi sebuah wacana. 

LATIHAN 5

Petunjuk:  Bacalah semua teks pilihan dari buku teks berikut. Lalu, beri garis bawah informasi penting yang terdapat di dalamnya.

  1. Sebagai alat interaksi verbal, bahasa dapat dikaji secara internal maupun secara eskternal. Secara internal kajian dilakukan terhadap struktur internal bahasa itu, mulai dari struktur fonologi, morfologi, sintaksis sampai struktur wacana. Kajian secara eskternal berkaitan dengan hubungan bahasa itu dengan faktor-faktor atau hal-hal yang ada di luar bahasa, seperti faktor sosial, psikologi, etnis, seni, dan sebagainya.

    ------- Abdul Chaer, Psikolinguistik: Kajian Teoritik, 2003: 65

  2. mmmmmmmmmmmmmmm

  3. mmmmmmmmmmmmmmmm

MENGGUNAKAN SIMBOLS 

Sementara masing-masing orang menandai teks agak berbeda, penting untuk Anda kembangkan seperangkat singkatan dan simbol secara konsisten yang memungkinkan Anda bisa menuliskannya dengan cepat dan bisa dibaca ulang kemudian tanpa memusingkan. Anda bisa mulai menggunakan daftar simbol berikut sambil Anda sendiri mengembangkan variasi sendiri agar menjadi lebih terampil menandai buku teks. 

Simbol

Makna

ex

example

def

definition

*

wacana penting

T

pertanyaan tes

??

membingungkan

RR

baca ulang kemudian

sum

summary

APAKAH MEMBERI GARIS BAWAH MERUPAKAN SEBUAH CARA YANG EFEKTIF DALAM BELAJAR 

Dalam sebuah studi yang dilakukan Willmore* sekelompok mahasiswa masing-masing diajari empat teknik belajar: memberi garis bawah, membuat out-line, SQ3R, dan membaca. Setelah itu mereka mengaplikasikan masing-masing teknik terhadap bab buku teks yang berbeda-beda. Tes diberikan untuk setiap bab. Skor yang diperoleh sangat signifikan pada tes manakala mereka menggunakan teknik menggarisbawahi dalam belajar dibandingkan dengan menggunakan tiga teknik belajar yang lain.

*   D.J. Willmore, A Comparison of Four Methods of Studying a College Textbook Unpublished doctoral disertation, University of Minnesotta, 1966. 

MENGAPA MEMBERI GARIS BAWAH DAN MENANDAI DILAKUKAN 

Memberi garis bawah dan menandai merupakan cara yang efektif untuk persiapan belajar karena beberapa alasan yang sangat penting. Pertama, proses pemberian garis bawah akan memaksa Anda untuk menyaring semua yang dibaca untuk mengidentifikasi informasi penting. Proses penyaringan atau penyortiran akan membantu Anda menjaga pikiran terhadap apa yang sedang dikerjakan. Kedua, pemberian garis bawah dan pemberian tanda memungkinkan Anda secara fisik aktif ketika sedang membaca. Ketiga, ketika sedang menggarisbawahi Anda dipaksa menimbang dan mengevaluasi apa yang dibaca. Dengan kata lain, Anda harus memikirkan dan berekasi atas apa yang sedang dibaca agar bisa menentukan apa yang akan digarisbawahi. Keempat, memberi garis bawah membantu Anda melihat organisasi fakta-fakta dan ide-ide itu seperti bagaimana keterkaitan dan hubungan yang satu dengan yang lain sebab Anda dipaksa untuk mencari sesuatu agar ada sesuatu yang perlu ditandai dan digarisbawahi secara efektif. Akhirnya, pemberian garis bawah memperlihatkan pada diri sendiri apakah Anda sudah memahami apa yang baru saja dibaca. Jika Anda kesulitan dalam memberi garis bawah, atau pemberian garis bawah tidak membantu Anda atau tidak bermakna setelah Anda menyelesaikan membaca, Anda akan tahu bahwa Anda sungguh tidak mengerti wacana itu. 

RANGKUMAN 

Membaca bab buku teks merupakan sebuah proses yang panjang dan memakan waktu. Pada saat membaca, Anda akan dihadapkan pada persoalan berapa banyak informasi yang sekiranya diperlukan untuk belajar dan me-review-nya untuk ujian dan kuis mendatang. Agar bisa menemukan lokasi setiap informasi yang diperlukan saat belajar dengan cepat, perlu kiranya untuk menggarisbawahi dan menandai informasi-informasi penting ketika membaca. Tanpa suatu sistem penggarisbawahan dan penandaan, Anda perlu membaca ulang keseluruhan bab jika mengehendaki mereview dengan efektif. Bab ini menawarkan langkah demi langkah latihan menggarisbawahi dan menandai buku teks.

Selain menyajikan beberapa saran umum yang bisa diikuti dalam pemberian garis bawah, disajikan pula empat petunjuk yang efektif dalam proses pemberian garisbawah. Hal itu meliputi (1) jumlah yang digarisbawahi harus tepat, (2) kembangkan sistem pemberian garis bawah secara teratur dan konsisten, (3) garis bawahi dengan akurat, dan (4) lakukan proses pemberian garis bawah yang bisa dipahami dalam mereview. Begitu juga suatu sistem pemberian tanda didiskusikan. Pemberian tanda meliputi penggunaan catatan pada margin, kata ringkas, dan simbol yang bisa menjadikan wacana lebih murah dipelajari.

 

 

 


Email:

daudp65@yahoo.com

 



Copyright © 2009. All rights reserved.